Selasa, 12 Maret 2013

PTK SMP 50- UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA BILANGAN BULAT MELALUI


UPAYA    PENINGKATAN   PRESTASI   BELAJAR   MATEMATIKA
BILANGAN BULAT MELALUI METODE KERJA KELOMPOK BAGI
SISWA KELAS VII C SMP NEGERI 2 RANDUBLATUNG
KABUPATEN BLORA PADA SEMESTER I
TAHUN PELAJARAN 2008/2009

ABSTRAK 

                         Dalam proses pembelajaran matematika di SMP Negeri 2 Randublatung Blora ditemukan permasalahan rendahnya prestasi belajar matematika siswa kelas VII C pada materi Bilangan Bulat. Untuk itu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan metode kerja kelompok dengan tiga siklus yaitu siklus I dan siklus II. Rumusan masalah yang diajukan adalah: “Apakah metode kerja kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada pemahaman konsep Bilangan Bulat siswa kelas VII C SMP Negeri 2 Randublatung Blora Semester I Tahun Pelajaran 2008/2009?”

                         Setting penelitian ini adalah di SMP Negeri 2 Randublatung Blora kelas VII C semester I Tahun Pelajaran 2008/2009 dengan jumlah siswa 32 anak. Data penelitian yang dikumpulkan berupa informasi tentang prestasi belajar siswa dalam pelajaran matematika pada konsep Bilangan Bulat, serta kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.  Alat Pengumpul Data berupa : lembar observasi; pedoman wawancara dan daftar nilai siswa. Proses untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi Bilangan Bulat pada pelajaran matematika yang diterapkan pada siswa dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara divalidasi datanya melalui Triangulasi Data. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif komparatif dan teknik analisis kritis. Prsedur penelitian dilakukan dengan prosedur Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan perbaikan pembelajaran dua siklus. Kriteria Ketuntasan Minimal adalah 60. pembelajaran dikatakan berhasil apabila 85% siswa memenuhi KKM.

                         Hasil dari penelitian adalah: Dengan adanya perbaikan pembelajaran matematika pada materi pokok Bilangan Bulat dengan siklus I dan siklus II pada siswa kelas VII C terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan : Siklus I sebanyak 24 siswa atau 75% tuntas dan 8 siswa atau 25% tidak tuntas. Siklus II, sebanyak 30 siswa atau 94% tuntas dan 2 siswa atau 6% tidak tuntas. Hal ini menandakan bahwa perbaikan pembelajaran dengan metode kerja kelompok telah berhasil.


 
DAFTAR PUSTAKA


Arifin Zaenal. (1990). Evaluasi Instruksional Prinsip Teknik Prosedur. Bandung : Remadja Rosda Karya

Buchori (2006). Matematika I untuk Kelas VII SMP. Semarang : Aneka Ilmu

Choiriyah, Siti (2006). Acuan Pengayaan Matematika. Solo : Sindhunata

Elizabeth B. Hurlock. 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Gelora Aksara Pratama.

Gredler, Margaret E. Ball, (1991). Belajar dan Membelajarkan, Jakarta : Rajawali

Hana Lestari (2007). Progresif Matematika Kelas VII SMP. Surakarta : Puataka Manggala.

Moedjiono dan Dimyati, Moh.  (1991), Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan, Dikti, Depdikbud.

Suryadi, Didi. (1997). Alat Peraga dan Pengajaran Matematika. Jakarta : Ditjen Dikdasmen D2 Karunika UT

UU No. 2 Tahun 1989. Tentang Sistem Pendidikan Nasional

Winkel. W.S (1987). Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia 



Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700

PTK SMP 49 -PENGGUNAAN KOMIK TERHADAP PEMAHAMAN NOUN PHRASE SISWA DI KELAS VII SMP


PENGGUNAAN KOMIK TERHADAP PEMAHAMAN NOUN PHRASE SISWA DI KELAS VII SMP
KABUPATEN      KARANGANYAR

TAHUN PELAJARAN 2008/2009
ABSTRAK

Upaya untuk meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berhubungan baik dari diri siswa atau dari luar siswa. Beberapa masalah yang berhubungan dengan upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi IPA antara lain: siswa, guru, suasana kelas dan penerapan strategi pembelajaran. Selain itu masih banyak lagi masalah yang dapat dikemukakan dan yang herhubungan dengan upaya meningkatkan pemahaman siswa dalam mengikuti pelajaran IPA pada materi peredaran darah pada manusia..
Masalah utama dalam pembelajaran IPA ialah mencari metode atau model pembelajaran yang dapat menyampaikan materi pelajaran secara tepat, yang memenuhi muatan tatanan nilai, agar dapat diinternalisasikan pada diri siswa, sehingga siswa mampu mengimplementasikan hakekat nilai dalam kehidupan sehari-hari. Mata Pelajaran IPA tingkat Sekolah Dasar (SD) kelas V merupakan merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), yaitu suatu Ilmu yang mempelajari gejala dan peristiwa atau fenomena alam serta berusaha untuk mengungkap segala rahasia dan hukum semesta.Objek IPA meliputi mempelajari karakter, gejala dan peristiwa yang terjadi atau terkandung dalam benda - benda mati atau benda yang tidak melakukan pengembangan diri.
Sumber data dikumpulkan dari siswa, guru dan dokumen yang terlibat dalam penelitian. Jenis data yang didapatkan adalah data kualitatif dan kuantitatif yang terdiri dari:, hasil observasi terhadap pelaksana proses pembelajaran, hasil wawancara dan hasil belajar. pada pra penelitian, siklus pertama, siklus kedua, dan siklus ketiga Analisis data dilakukan melalui teknik analisis deskriptif  kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode pembelajaran kontektual CTL (contextual teaching and learning) dengan metode percobaan dapat meningkatkan Interaksi pembelajaran siswa dalam pembelajaran materi IPA hal ini dapat dilihat dari prestasi siswa, dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa tingkat ketuntasan semakin meningkat diimbangi dengan meningkatnya rata-rata kelas. 

Kata kunci : Proses belajar mengajar, metode pembelajaran, percobaan, kontektual, CTL (contextual teaching and learning).
DAFTAR PUSTAKA

Alongi,  C.  (1974).  Response  to  Kay  Haugaard:  Comic  books  revisited.

Dryden,  Gordon  &  Vos  Jeannette.1999.  Revolusi  Cara  Belajar:  Belajar  akan Efektif  Kalau  Anda  dalam  Keadaan  Senang Bagian  I  dan II  (2nd  Ed) Translated by Word ++ Translation Service.2001 . Bandung: Kaifa

Larsen-freeman,  Diane.  1986.  Techniques  and  Principles  in  Language  Teaching. Hongkong: Oxford University Press.

Wright,  B.  2001.  Comic  book  nation:  The  tra nsformation  of  iouth  Culture  in America.  Baltimore,  MD:  Johns  Hopkins  University  Press. 




Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700

PTK SMP 48 - PENGGUNAAN KOMIK TERHADAP PEMAHAMAN NOUN PHRASE SISWA DI KELAS VII SMP


PENGGUNAAN KOMIK TERHADAP PEMAHAMAN NOUN PHRASE SISWA DI KELAS VII SMP
KABUPATEN      KARANGANYAR

TAHUN PELAJARAN 2008/2009


ABSTRAK

Upaya untuk meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berhubungan baik dari diri siswa atau dari luar siswa. Beberapa masalah yang berhubungan dengan upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi IPA antara lain: siswa, guru, suasana kelas dan penerapan strategi pembelajaran. Selain itu masih banyak lagi masalah yang dapat dikemukakan dan yang herhubungan dengan upaya meningkatkan pemahaman siswa dalam mengikuti pelajaran IPA pada materi peredaran darah pada manusia..
Masalah utama dalam pembelajaran IPA ialah mencari metode atau model pembelajaran yang dapat menyampaikan materi pelajaran secara tepat, yang memenuhi muatan tatanan nilai, agar dapat diinternalisasikan pada diri siswa, sehingga siswa mampu mengimplementasikan hakekat nilai dalam kehidupan sehari-hari. Mata Pelajaran IPA tingkat Sekolah Dasar (SD) kelas V merupakan merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), yaitu suatu Ilmu yang mempelajari gejala dan peristiwa atau fenomena alam serta berusaha untuk mengungkap segala rahasia dan hukum semesta.Objek IPA meliputi mempelajari karakter, gejala dan peristiwa yang terjadi atau terkandung dalam benda - benda mati atau benda yang tidak melakukan pengembangan diri.
Sumber data dikumpulkan dari siswa, guru dan dokumen yang terlibat dalam penelitian. Jenis data yang didapatkan adalah data kualitatif dan kuantitatif yang terdiri dari:, hasil observasi terhadap pelaksana proses pembelajaran, hasil wawancara dan hasil belajar. pada pra penelitian, siklus pertama, siklus kedua, dan siklus ketiga Analisis data dilakukan melalui teknik analisis deskriptif  kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode pembelajaran kontektual CTL (contextual teaching and learning) dengan metode percobaan dapat meningkatkan Interaksi pembelajaran siswa dalam pembelajaran materi IPA hal ini dapat dilihat dari prestasi siswa, dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa tingkat ketuntasan semakin meningkat diimbangi dengan meningkatnya rata-rata kelas. 

Kata kunci : Proses belajar mengajar, metode pembelajaran, percobaan, kontektual, CTL (contextual teaching and learning).



 
DAFTAR PUSTAKA



Agus Sulistyo dan Adi Mulyono. 2004. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surakarta : Penerbit Ita.

Bambang Sujiono. 2005. Mencerdaskan Perilaku Anak Usia Dini. Jakarta: Penerbit PT. Elex Media Komputindo.

Bambang Sujiono. 2005. Mencerdaskan Perilaku Anak Usia Dini. Jakarta: Penerbit PT. Elex Media Komputindo.

Basuki Wibawa. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Depdiknas, Dirjen PDM Direktorat Tenaga Kependidikan.

Edi Purwanta. 2005. Modifikasi Perilaku. Jakarta : Departemen Pendidikan tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.

Elizabeth B. Hurlock. 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Gelora Aksara Pratama.

Harris Clemes dan Reynold Bean. 2001. Mengajarkan Disiplin Kepada Anak. Jakarta : Mitra Utama.

Suryadi. 2006.  Kiat Jitu dalam Mendidik Anak. Jakarta : Penerbit Mahkota.




Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700

PTK SMP 47 - Upaya Meningkatkan Ketrampilan Menulis Dengan Menceritakan Berbagai Macam Gambar


Upaya Meningkatkan Ketrampilan Menulis Dengan Menceritakan Berbagai Macam Gambar Pahlawan Bagi Siswa Kelas VII E SMP Negeri 1 Ceper Kabupaten Klaten Tahun Pelajaran 2006/2007
BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Sebuah pepatah mengatakan “Kuasai dunia dengan bahasa”. Dari pepatah tersebut  dapat dilihat bahwa bahasa  merupakan bagian yang tak bisa terpisahkan dari kehidupan manusia. Bahasa digunakan sebagai media komunikasi dengan orang-orang sekitar dalam suatu komunitas tertentu. Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan manusia untuk bisa berkomunikasi secara effective semakin tinggi. Arus perkembangan globalisasi menuntut manusia untuk bisa menjalin komunikasi dengan baik dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia. Sejalan dengan itu, masyarakat kita dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia mengingat bahasa Indonesia merupakan  bahasa yang dianggap sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia menjadi bahasa pengantar dalam komunikasi dengan orang dari berbagai pulau di Indonesia. Oleh karenanya, di negara kita pembelajaran bahasa Indonesia sudah dimulai dari SD sampai dengan SMA dan sampai ke tingkat perguruan tinggi.
Menurut pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti, pembelajaran bahasa Indonesia khususnya materi menulis  di kelas VII E  SMP Negeri 1 Ceper  kurang berjalan dengan baik. Ada hal-hal yang kurang mendukung dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang selama ini berjalan. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, proses belajar mengajar kurang melibatkan siswa dalam kelas. Proses belajar mengajar terkesan monoton dan kurang ada variasi baik dalam metode pengajaran atau metode penyampaian materi, media pembelajaran, ataupun materi yang diajarkan. Hal ini mengakibatkan siswa menjadi bosan dalam mengikuti proses belajar mengajar. Materi yang disampaikan hanya bersumber dari modul yang disediakan oleh sekolah.
Dari hasil pengamatan tersebut dapat dilihat bahwa keterlibatan siswa dalam kelas masih sangat kurang. Mengingat pentingnya keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar bahasa Indonesia. Dan melihat kondisi di lapangan yang ada seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, maka diperlukan upaya untuk dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar di kelas bahasa Indonesia khususnya materi menulis.

B.      Identifikasi masalah
Berdasarkan observasi dan interview yang telah dilakukan oleh peneliti, peneliti menemukan beberapa masalah dalam kaitannya dengan proses belajar mengajar di kelas bahasa indonesia. Permasalahan tersebut disusun menjadi identifikasi masalah sebagai berikut.
1)      Siswa dalam kelas tidak aktif atau pasif
Berdasarkan observasi yang dilakukan, siswa terkesan pasif dan acuh terhadap pelajaran bahasa Indonesia . Siswa hanya diam dalam menerima pelajaran. Siswa tidak berpartisipasi aktif dalam kelas. Ada beberapa faktor yang mungkin menyebabkan siswa menjadi pasif. Dalam kasus ini, siswa bersikap pasif karena mereka tidak tertarik dengan pelajaran bahasa Indonesia. Siswa juga beranggapan bahwa pelajaran bahasa Indonesia khususnya pelajaran menulis adalah pelajaran yang sulit. Anggapan ini menyebabkan siswa tidak mempunyai motivasi yang tinggi dalam belajar bahasa Indonesia , sehingga mereka menjadi pasif di kelas.
2)      Siswa tidak memperhatikan pelajaran saat di kelas
Menurut hasil observasi, proses belajar mengajar yang berlangsung kurang berjalan dengan baik karena banyak siswa yang tidak memperhatikan pelajaran yang disampaikan oleh gurunya. Banyak siswa yang berbicara dengan temannya, bermain dengan temannya, atau bahkan menggunakan handphone mereka tanpa segan-segan. Ada juga siswa yang berpindah-pindah tempat duduk tanpa menghargai guru yang sedang menyampaikan materi di depan kelas. Banyak siswa yang malah asik sendiri dengan kegiatannya yang notabene tidak berhubungan dengan pelajaran bahasa Indonesia . Hal ini tentunya menjadi cerminan bahwa proses belajar mengajar bahasa ingris di kelas tidak berjalan dengan baik dan tentunya tidak mampu mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
3)      Siswa tidak tertarik dengan pelajaran bahasa Indonesia
Seperti yang telah dikemukakan di atas, siswa tidak tertarik dengan pelajaran bahasa Indonesia. Hal ini mengakibatkan siswa tidak bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Siswa tidak tertarik dengan pelajaran bahasa Indonesia dimungkinkan karena pengajaran yang tidak menarik karena penggunaan media yang terbatas atau dikarenakan siswa sendiri beranggapan bahwa pelajaran bahasa Indonesia tidak menarik.

DAFTAR PUSTAKA


Abdul Majid, 2005, Perencanaan Pembelajaran.mengembangkan standar kompetensi guru, Bandung, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.Anita Lie, 2003, Cooperative Learning, Jakarta, PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.
C. Asri Budiningsih,DR, 2005, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta, Rineka Cipta, Jakarta.
Hamidi.Dr.M.Si, 2004, Metode Penelitian Kualitatif, Malang, Universitas Muhammadiyah,Malang.
Melvin.L. Silberman, 2006, Active Learning 101 cara belajar siswa aktif, Bandung, Penerbit Nusamedia, Bandung.
M. Sobry Sutikno,2005. Pembelajaran Efektif apa dan bagaimana mengupayakannya, Mataram,NTP Pres, Mataram.
Sardiman. A.M, 2004,  Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada,  Jakarta.S.
Nasution.Prof. Dr.M.A, 2003, Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar, Jakarta, Bumi Aksara, Jakarta.
Suharsini Arikunto.Prof, SuharDjono. Prof, Supardi.Prof, 2006, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta, Bumi Aksara, Jakarta.
Sukidin, Basrowi, Suranto, 2002, Manajemen Penelitian Tindakan Kelas, PT Insan Cendekia, Bandung.Sudikin, Basrowi, Suranto, 2002, Psychologi Belajar, Bandung,  Insan Cendekia, Bandung
Syaiful Bahri Djamarah. Drs, 2002, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta, Rineka Cipta, Jakarta.
Syaiful Sagala,H. DR. M.Pd, 2003, Konsep dan Makna Pembelajaran, Penerbit ALFABETA, Bandung.
Totok Djuroto.Drs.M.Si, Bambang Suprijadi.Drs. M.Si, 2003, Menulis Artikel dan Karya Ilmiah, Bandung, Remaja Resdokarya, Bandung


Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700

PTK SMP 45 - MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII B SMP NU AL MARUF KUDUS TAHUN PELAJARAN 2006/2007 PADA MATERI POKOK


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII B
SMP NU AL MARUF KUDUS TAHUN PELAJARAN 2006/2007
PADA MATERI POKOK
SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL
MELALUI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF
TIPE CIRC
ABSTRAK

Keberhasilan pembelajaran di sekolah merupakan hal yang sangat diharapkan oleh seorang guru, orang tua murid serta masyarakat. Langkah yang tepat dalam menyampaikan materi pelajaran di kelas merupakan salah satu penentuan keberhasilan. Penelitian ini dilaksanakan karena hasil belajar matematika siswa kelas VIII B SMP NU Al Ma’ruf Kudus masih rendah. Ini terlihat pada penelitian guru matematika yang mengajar di kelas VIII B SMP NU Al Ma’ruf Kudus dengan rata-rata nilai matematika dengan materi sistem persamaan linear dengan dua variabel pada tahun pelajaran 2005/2006 yakni 5,80. Berbagai upaya telah dilakukan tetapi hasilnya belum memuaskan. Oleh karena itu penelitian tindakan kelas ini diimplementasikan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah dengan implementasi model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP NU Al Ma’ruf Kudus materi pokok sistem persamaan linear dengan dua variabel?
Penelitian ini dilaksanakan di SMP NU Al Ma’ruf yang beralamatkan di jalan AKBP R. Agil Kusumadya No. 2 Kudus. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas VIII B semester I SMP NU Al Ma’ruf Kudus yang berjumlah 46 siswa, yang terdiri atas 24 siswa putra, 22 siswi putri, seorang guru matematika dan seorang pengamat. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap sikuls terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi yang diambil dari pemberian tes evaluasi di akhir siklus, kemampuan guru dalam pembelajaran dan aktivitas siswa dalam kelompok yang diambil dari lembar observasi.Indikator keberhasilan belajar siswa jika 75% siswa mencapai nilai 60 atau lebih, dengan rata-rata hasil belajar minimal mencapai nilai 65 dan 85% siswa terlibat secara aktif selama proses belajar mengajar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa adalah 64,7 dan ketuntasan belajarnya 71,7 %. Sedangkan pada siklus II ratarata hasil belajar siswa adalah 68,1 dan ketuntasan belajarnya 78,3 %.Hasil observasi terhadap guru menunjukkan pada siklus I guru belum sepenuhnya melaksanakan pembelajaran kooperatif dan belum dapat mengelola kelas dengan baik. Namun pada siklus II proses pembelajaran berlangsung efektif dan guru dapat mengelola waktu dengan baik.
Simpulan yang dapat diambil adalah dengan implementasi model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP NU Al Ma’ruf Kudus pokok bahasan sistem persamaan linear dengan dua variabel.Untuk itu disarankan kepada guru matematika di SMP NU Al Ma’ruf Kudus pada khususnya dan guru matematika sekolah lain pada umumnya agar menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC pokok bahasan system persamaan linear dengan dua variabel yang dapat meningkatkan hasil belajar.

 
DAFTAR PUSTAKA


Adinawan, M. Cholik. 2004. Matematika 2A kelas VIII . Jakarta. Erlangga.

Isdiyanto, Budi. 2003. Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning). Latihan Kerja Guru Inti (LKGI) Matematika Propinsi Jawa Tengah.

Rusyan, A. Tabrani. 1989. Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung. CV Remaja Karya.

Suyitno, Amin. 2006. Petunjuk Praktis Penelitian Tindakan Kelas Untuk Penyusunan Skripsi. Semarang : Universitas Negeri Semarang.

Winataputra, Udin S. 1995. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian Proyek Peningkatan Mutu guru setara D III.

Yamin, Martinis. 2003. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jambi. Gaung, Persada Press.


Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700

PTK SMP 17 MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA KELAS VIII C SMP 2 GEBOG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2006/2007


MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA KELAS VIII C
SMP 2 GEBOG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2006/2007
DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA
SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL
MELALUI PENGGUNAAN LANGKAH POLYA
ABSTRAK

Pembelajaran efektif adalah pembelajaran yang mampu mengubah perilaku peserta didik yang meliputi pengetahuan, penalaran, kecakapan dan kebiasaan. Pembelajaran matematika di sekolah mengemban tercapainya dua sasaran yaitu (1) Terbentuknya karakter peserta didik yang logis, kritis, rasional, cermat, efektif dan efisien dan (2) Implementasi hasil dalam kehidupan seharihari dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Menurut pengamatan penulis sebagai guru matematika di SMP ini, sebagian besar siswa kelas VIII tidak dapat menyelesaikan soal cerita dengan benar. Bahkan dapat dikatakan bahwa soal cerita merupakan masalah, dipandang dari sisi kemampuan menangkap makna kalimat maupun kemampuan menggunakan prosedur penyelesaiannya. Di samping itu penyelenggaraan ujian nasional yang menggunakan soal pilihan ganda dapat merangsang siswa untuk menyelesaikan dengan jalan pintas. Hal ini menyebabkan siswa semakin alergi mengerjakan soal-soal cerita yang menantang dan menuntut pemikiran lebih tinggi.
Penelitian ini berjudul “Meningkatkan Keterampilan Siswa Kelas VIII C SMP 2 Gebog Kudus Tahun Pelajaran 2006/2007 dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Sistem Persamaan Linear Dua Variabel melalui Penggunaan Langkah Polya”.
Tujuan penelitian tersebut untuk meningkatkan keterampilan siswa kelas VIII C SMP 2 Gebog Kudus Tahun Pelajaran 2006/2007 dalam menyelesaikan soal cerita pada materi pokok Sistem Persamaan Linear Dua Variabel melalui penggunaan langkah Polya. Untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal cerita perlu ditekankan penggunaan langkah procedural sebagaimana dianjurkan oleh George Polya yaitu memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa hasil yang diperoleh.
Penelitian ini terlaksana dalam dua siklus. Pada siklus I diperoleh hasil bahwa keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel belum maksimal. Persentase keterampilan mencapai 45% dan ketuntasan belajar mencapai 42,5%. Pada siklus II setelah dilakukan refleksi dan pembenahan, diperoleh hasil persentase keterampilan sebesar 75% sedangkan ketuntasan belajar mencapai 77,5%. Dengan demikian keterampilan siswa meningkat 30% dan ketuntasan belajar meningkat 35%. Dari penelitian ini diperoleh simpulan bahwa melalui penggunaan langkah Polya, keterampilan siswa kelas VIII C SMP 2 Gebog Kudus Tahun Pelajaran 2006/2007 dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabe  dapat ditingkatkan.
Akhirnya penulis menyarankan kepada guru matematika kelas VIII SMP 2
Gebog Kudus untuk dapat menggunakan langkah Polya dalam pembelajaran berkaitan dengan soal cerita sehingga siswa dapat menyelesikan soal secara sistematis.

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pendidikan merupakan hal utama dalam kehidupan umat manusia. Melalui pendidikan, transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi dapat berlangsung secara berkesinambungan dari generasi ke generasi menuju peningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal inilah yang mendorong negara-negara di dunia berlomba meningkatkan mutu pendidikan sehingga dihasilkan manusia pembangunan yang dapat membangun diri dan bangsanya.
Dalam proses pembelajaran terdapat tiga unsur yang turut menentukan kualitas output pendidikan yaitu kurikulum, tenaga pendidik dan peserta didik. Pemerintah senantiasa berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui penyempurnaan kurikulum sehingga memiliki fleksibilitas terhadap kepentingan kebutuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kurikulum 2006 yang dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikanmemberi kesempatan yang lebih luas pada sekolah untuk merancang dan melaksanakan pendidikan berbasis kompetensi menuju kemandirian. Keluaran yang dihasilkan diharapkan memiliki kompetensi dan life skill yang memadai sehingga memberi kontribusi optimal bagi kemajuan bangsa di masa mendatang.
Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Mata pelajaran Matematika sangat bermanfaat alam kehidupan, diberikan kepada semua peserta didik dari sekolah dasar untuk membekali kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif.
SMP 2 Gebog adalah salah satu SMP Negeri yang terletak di wilayah kecamatan Gebog, tepatnya 6 kilometer arah utara dari pusat pemerintahan kabupaten Kudus. Setiap tahun calon siswa pendaftar selalu melampaui kapasitas yang ditentukan, akan tetapi yang diterima bukanlah kelompok siswa unggulan dari SD maupun MI-nya. Pada umumnya siswa-siswa unggulan dari SD maupun MI di daerah ini mendaftar di SMP yang masuk peringkat 5 besar atau di MTs yang difavoritkan. Dengan demikian jelas bahwa raw input-nya (siswa yang masuk) kurang berkualitas.
Sebagai guru matematika yang telah mengajar lebih dari lima tahun di SMP 2 Gebog Kudus, penulis menyadari bahwa dengan input yang kurang berkualitas sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan dicapai. Pada umumnya para siswa menganggap bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dibanding mata pelajaran lainnya.
Terbukti pada setiap pembahasan soal yang menyangkut kehidupan sehari-hari, terlebih soal yang tersaji dalam bentuk cerita maka sebagian besar siswa tidak dapat menyelesaikan secara benar. Hal ini disebabkan karena
DAFTAR PUSTAKA

Bawadiman. 1997. Peranan Pendidikan Matematika dalam Era Globalisasi. (Makalah Seminar ) FPMIPA IKIP Semarang.

Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Pelajaran Matematika SMP Kelas VIII. Edisi ke-2 Jakarta.

Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Penilaian Pembelajaran Matematika Bentuk Tes. Materi Pelatihan Terintegrasi. Buku 3. Jakarta.

Suherman, Erman, dkk. 2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Shadiq, Fadjar. 2004. Penalaran, Pemecahan Masalah dan Komunikasi dalam Pembelajaran Matematika. (Makalah Diklat Instruktur/Pengembang Matematika SMP Jenjang Dasar) PPPG Matematika Yogyakarta.

Hudojo, Herman. 2003. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. FPMIPA Unversitas Negeri Malang.

Musser, L Gary & Burger. 1993. Mathematic for Elementary Teachers. New Jersey Prestice Hall.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 2006. Jakarta.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2006 tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2006/2007. 2006. Jakarta

Sudjana. 1989. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar. Cetakan ke-2 Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Suyitno, Amin. 2006. Penelitian Tindakan Kelas untuk Penyusunan Skripsi (Petunjuk Praktis). Semarang: Universitas Negeri Semarang

Zaelani, Ahmad, dkk. 2006. Pendalaman Kompetensi Matematika dan Uji Latih Mandiri Untuk Kelas VIII SMP. Bandung. Yrama Widya.

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700

PTK SMP 15 PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN LKS


PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN LKS BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III.3 PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMP NEGERI 1 SAPE TAHUN AJARAN 2006/2007
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.         Latar Belakang Masalah
Biologi Sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan alam merupakan salah satu mata pelajaran yang mempelajari makhluk hidup dan segala seluk beluknya. untuk mengantisipasi agar peserta didik tidak bosan dan jenuh dalam mempelajari ilmu ini, maka harus ditunjang oleh muatan kurikulum yang relevan sesuai dengan perkembangan ilmu dan tekhnologi yang bergerak cepat dan kompek, juga dan sangatlah penting ditopang profesional dan kemampuan guru dalam pengelolaan dan penerapan metode pembelajara biologi didalam maupun diluar kelas.
Bertitik tolak dari uraian diatas dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan pengajaran biologi perlu pengubah paradigma lama bahwa guru dalam pengelola. Kegiatan mengajar menggunakan hal yang tidak beroriantasi pada ”Bagaimana saya belajar (Tearcher Conterend) tetapi lebih kepada bagaimana saya membelajarkan siswa Depdiknas SN. 43.44)”. Untuk mengantisipasi Perubahan para digma tersebut sangat didukung oleh kurikulum 2004 dimana proses belajar mengajar bukan untuk mengejar target kurikulum semata tetapi lebih kepada Melaksanakan kompetensi apa yang diperoleh peserta didik. Salah satu bentuk Pendekatan dalam kurikulum 2004 adalah Contektual Teaching and Learning (CTL) Bleachard, 2001, dalam Depdiknas SN. 38 menjelaskan “Pengajaran dan Pembelajaran Contektual merupakan suatu konsepsi yang membantu mengaitkan isi materi pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan antar pengajaran dan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warga masyarakat, tenaga kerja”. Perangkat pembelajaran Contektual kini telah diselaraskan dengan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan kognitifnya sesuai dengan keahlian anak itu.
Pengalaman dalam proses pembelajaran biologi khususnya materi cara-cara perkembangbiakan dengan metode ceramah dan diskusi tampa gambar-gambar makhluk hidup (media pembelajaran) siswa kurang termotivasi dan suasana belajar kurang menggairahkan serta tidak cukup efektif dalam memanfaatkan buku sumber yang ada. Berdasarkan berbagai pemikiran diatas dan pengalaman Menjalankan tugas mendorong penulis untuk membuat sedikit Perubahan mengenai strategi pembelajaran dan ingin melakukan Penelitian tindakan kelas dengan judul ” Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe stad dengan lks bergambar untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III.3 pada mata pelajaran biologi di SMP Negeri 1 Sape tahun ajaran 2006/2007”

1.2.         Perumusan Masalah.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka permasalahan yang timbul adalah sebagai Berikut :
1)       Motivasi belajar siswa tentang cara-cara perkembangbiakan kurang.
2)       Kemampuan / prestasi anak mengenal cara-cara perkembangbiakan kurang

1.3.         Cara Pemecahan masalah.
Dari permasalahan-permasalahan yang muncul tersebut penulis mencoba melaksanakan dengan pendekatan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan LKS bergambar dan didalamnya diajukan beberapa pertanyaan.

1.4.         Tujuan penelitian
1)       Mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran biologi kelas IX semester I mengenai konsep cara-cara perkembangbiakan melalui pendekatan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan LKS bergambar.
2)       Mengetahui permasalah-permasalahan yang dihadapi siswa sehingga dapat dicari solusinya.

1.5.         Manfaat Penelitian
1)       Bagi Siswa
Meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada konsep cara-cara perkembangbiakan makhluk hidup demikian pula pada konsep-konsep berikutnya.
2)       Bagi Guru
a.       Sebagai bahan acuan untuk mengintropeksi diri agar lebih baik dalam meningkatkan profesionalisme untuk melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar.
b.       Sebagai bahan acuan bagi guru untuk dapat memilih metode pembelajaran bagi siswa yang lebih tepat.
3)       Bagi Sekolah
Hasil penelitian nanti akan memberikan sumbangan yang berharga bagi Sekolah itu sendiri dalam rangka perbaikan pembelajaran pada Khususnya dan sekolah lainnya pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas, 2004, Kurikulum Berbasis Kompetensi, PT. Remaja Rasda Karya, Bandung.

Depdiknas, 2004, Materi Pelatihan Terintegrasi, Jakarta.

Universitas terbuka, 2002, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta.

Furkan Arif, 1982 : Pengatar Penelitian Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya.

Tim Pelatihan Proyek PGSM, 1999, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta.

Dinas Pendidikan Nasional, 2003, Systim Pendidikan nasional, Jakarta.

Nasir, Moh. Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta.

Amirudin 1995 : Pengantar Apresiasi Karya Sastra, Sinar Baru, Bandung

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700

Kamis, 07 Maret 2013

PTK SMP 14- PENINGKATAN KECEPATAN EFEKTIF MEMBACA (KEM) DENGAN TEKNIK TRIFOKUS STEVE SNYDER


PENINGKATAN KECEPATAN EFEKTIF MEMBACA (KEM) DENGAN TEKNIK TRIFOKUS STEVE SNYDER

Oleh : Muhammad Sarwono*


Abstrak. Kecepatan Etektif Membaca (KEM) siswa kelas 3 D SLTP 3 Patebon, Kendal masih rendah, yaitu 106 kpm. Angka ini masih jauh dari angka KEM ideal untuk siswa SLTP yaitu 250 kpm. Hal ini disebabkan antara lain belum diternukannya pendekatan/metode/teknik pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan, antara lain: (1) agar siswa dapat menumbuhkan kemampuan membaca pemahaman untuk menangkap informasi bacaan, dan (2) agar siswa dapat meningkatkan KEM mereka.

Usaha pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran Tri Fokus Steve Snyder. Pembelajaran tersebut dibagi dalam sejumlah kegiatan, yaitu; (1) pendahuluan, yang meliputi pemberian motivasi berkaitan dengan kegiatan membaca cepat dan pemahaman serta  pengenalan (penjelasan) tentang teknik Tri Fokus Steve Snyder, (2) kegiatan inti, yaitu praktik membaca dengan teknik Tri Fokus Steve Snyder, dan (3) penutup, yaitu evaluasi atau pengukuran KEM siswa.

Berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran yang menggunakan Teknik Tri Fokus Steve Snyder dapat disimpulkan bahwa: (1) rata-rata KEM siswa kelas 3 D meningkat dari 106,50 kpm pada pembelajaran pertama (tidak menggunakan teknik trifokus) menjadi 128,72 kpm pada pembelajaran kedua, dan (2) terjadi perubahan minat, motivasi, dan keaktifan siswa dalam pembelajaran.

PENDAHULUAN

Hasil studi yang dilakukan oleh Book and Reading Development (1992) yang dilaporkan oleh Bank Dunia menunjukkan bahwa  kebiasaan membaca belum terjadi pada siswa SD dan SLTP. Hasil studi tersebut juga menunjukkan adanya korelasi antara mutu pendidikan secara keseluruhan dengan waktu yang tersedia untuk membaca dan ketersediaan bahan bacaan. Selanjutnya hasil studi tersebut menyimpulkan bahwa belum dimilikinya kebiasan membaca oleh siswa cenderung memberikan dampak negatife terhadap mutu pendidikan SD dan SLTP secara nasional (Sitepu: 1999).

Pada tahun yang sama, IEA (International Association for Evaluation Education Achievement) mengungkapkan bahwa kebisaaan membaca siswa Indonesia berada pada peringkat ke-26 dari 27 negara yang diteliti. Rendahnya kemampuan membaca tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal sekolah.

Rendahnya minat dan kemampuan membaca antara lain tampak pada rendahnya kecepatan efektif membaca (KEM) mereka. Hal ini merupakan salah satu indikator bahwa  pembelajaran membaca di sekolah belum maksimal, kalau tidak boleh dikatakan gagal. Padahal kita mengetahui bahwa rendahnya kemahiran membaca akan sangat berpengaruh pada kemahiran berbahasa yang lain, yaitu mahir menyimak listening skills), mahir berbicara (speaking skills), dan mahir menulis (writing  skills) (Tarigan: 1994).

Penggunaan pendekatan, metode, dan teknik membaca yang tidak tepat diasumsikan merupakan salah satu faktor penentu kurang maksimalnya pencapaiaan tujuan membaca di sekolah. Selain itu, alokasi waktu yang  disediakan  untuk pembelajaran masih sangat minim. Akibatnya pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh guru untuk pelatihan membaca siswa
SIMPULAN

Hasil pembelajaran dapat disimpulkan:
Rata-rata KEM siswa kelas 3D meningkat dari 106,50 kpm menjadi 128,72 kpm.
Teknik Tri Fokus Steve Snyder menumbuhkan motivasi dan kreativitas membaca siswa.
Teknik Tri Fokus berpengaruh terhadap cara dan gaya guru mengajar.

DAFTAR PUSTAKA

De Porter, B dan Hemacki, M. 2000. Quantum teaming: Membiasakan belajar nyaman dan menyenangkan. Bandung: Kaifa.
Harjasujana A. S.dan Yetimulyati. 1966. Membaca 2. Jakarta: Depdikbud.
Redway, K. M. 2000.Membaca cepat. Jakarta: Pustaka Binama Pressindo.
Sitepu, B. R 2002. Lagi-lagi Membaca. Buietin Pusat Perbukuan.V, 16-21.
Tarigan, H. G. 1994. Membaca sebagai suafu keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa.
Tim Pelatih Proyek PGSM Propinsi Jawa Tengah 1999/2000. Peneiltian tindakan kelas (clasroom action reseach) bahan penelitian dosen LPTK dan guru sekolah menengah. Proyek  PPG Dirjend Dikti Depdikbud.
Yulaelawati, EII.''Mahir mambaca kuasai informasi" Buietin Pusat Perbukuan N. (Januari 2000 ) 21 -24.

-------------------
*) Muhammad Sarwono adalah Guru Bahasa Indonesia SLTPN 3 Patebon Kabupaten Kendal Jawa Tengah.

Sumber : Buletin "Pelangi Pendidikan" Vol. No. 1, Tahun 2003  (Buletin Peningkatan Mutu Pendidikan SLTP)


Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700

PTK SMP 13 - PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBUAT KALIMAT BAHASA INGGRIS


PENINGKATAN
KEMAMPUAN MEMBUAT
KALIMAT BAHASA INGGRIS

Abstrak. Konsep Quantum Teaching menyatakan "Bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia mereka ke dunia kita". Dalam penelitian ini, penulis memilih suatu strategi pembelajaran yang dapat menjembatani antara dunia guru dangan dunia siswa, yang dinamakan strategi Chain Card Game atau Permainan Kartu Berantai. Strategi ini digunakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis bahasa Inggris siswa kelas 2 SLTP Negeri 4 Muara Kelingi, Musi Rawas. Setelah mengadakan perlakuan selama tiga siklus, nampak bahwa kemampuan siswa dalam membuat kalimat bahasa Inggris sedikit demi sedikit meningkat. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai tes yang telah dilaksanakan. Pada tes awal rata-rata nilai kemampuan siswa dalam membuat kalimat adalah 4,10; pada tes 1 (t-1) didapat rata-rata nilai 4,46, pada test 2 (t-2) didapat nilai rata-rata 4,88 dan pada akhir siklus tes 3 (t-3) didapat rata-ra+a nilai 5,40. Dalam penelitian ini, yang paling menggembirakan dengan menggunakan strategi Chain Card Game adalah meningkatnya gairah belajar siswa.

PENDAHULUAN

Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan karena adanya beberapa masalah yang dihadapi baik oleh guru maupun oleh siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Secara urnum dalam belajar bahasa Inggris siswa harus menguasai empat keterampilan berbahasa, yaitu: keterampilan mendengar (listening), berbicara (speaking), membaca (reading) dan menulis (writing), Namun dalam penelitian ini hanya difokuskan pada masalah yang timbul dalam kegiatan menulis, khususnya dalam membuat kalimat bahasa Inggris sederhana.
 
Data dari lapangan menunjukkan bahwa kemampuan membuat kalimat bahasa Inggris siswa sangat memprihatinkan atau masih rendah, yaitu nilai rata-rata 4,10 setelah diadakan tes awal kemampuan siswa dalam membuat kalimat bahasa Inggris (t-O).

Rendahnya kemampuan siswa dalam membuat kalimat bahasa Inggris ini tentunya dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain: kurangnya  latihan  yang  diberikan  guru, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas kurang bervariasi dan kurangnya tugas yang diberikan oleh guru. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mambuat kalimat bahasa Inggris dangan menggunakan strategi Chain Card Game atau Permainan Kartu Berantai.
 
Yang dimaksud kemampuan membuat kalimat bahasa Inggris sederhana adalah kemampuan siswa dalam menuan++++++gkan ide atau gagasan dalam bentuk kalimat. Dalam membuat kalimat perlu memperhatikan dua hal, yaitu subtansi dari hasil tulisan itu (ide yang diekspresikan) dan aturan struktur bahasa yang benar (gramatical form and syntactic pattern). Membuat kalimat termasuk ke dalam kegiatan untuk keterampilan menulis, karena itu membuat kalimat juga berarti mengungkapkan ide dan berkomunikasi dengan orang lain melalui simbol-simbol bahasa (Harris, 1988).
 
Kalimat-kalimat yang dibuat dapat berupa kalimat yang paling sederhana yang hanya mengandung dua jabatan kata dalam kalimat, yaitu subyek dan kata kerja (S + V); subyek, kata kerja dan obyek (S+V+O) atau kalimat yang paling lengkap, yaitu: subyek, kata kerja, obyek, dan keterangan (S+V+O+ Adv).
 
Permainan menurut Carrier (1982) mempunyai nilai yang sangat tinggi bagi guru bahasa asing, sebab permainan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan bahasa tertentu dengan situasi yang tidak terlalu formal. Sedangkan menurut Hadfield (1984), permainan merupakan aktivitas yang mempunyai tujuan dan elemen kesenangan.
 
Chain Card Game adalah sebuah terjemahaan bebas dari Permainan Kartu Berantai. Para pemain memainkan kartu ini layaknya seperti bermain kartu remi. Dalam  permainan ini, pemain ditugaskan menyusun kartu-kartu yang

DAFTAR PUSTAKA

Carrier, M. 1982. Game and activities forthe language learner. London: Harrap.
Deporter, B., Reardon, M. & Singer-Nourie, S. 2001. Quantum teaching. Bandung: Kaiffa.
Harfield, J. 1984. Elementari communication games Thomas Nelson and Son Ltd.
Harris, D.R 1988. Testing English as a second. New york: McGraw-Hill Book Company.
llyas, 1. 200. Upaya Meningkatkan kemampuan siswa kelas 2 SLTP Negeri 30 Palembang dalam memahami teks lisan melalui strategi 'DICTOGLOS'.
Hasan, Z. M; Sukaryana, 1. W. & Waioedy. 1997. Penelitian tindakan (Action Research). Jakarta: Deparemen Pendidikan dan Kebudayaan.

-----------------------------
*) Andreas Suwarno adalah Guru Bahasa Inggris SLTPN 4 Muaro Kelingi Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan.

Sumber : Buletin Pelangi Pendidikan (Buletin Peningkatan Mutu Pendidikan SLTP) Volume 6 No. 1 Tahun 2003

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700

PTK SMP 12 - ROLE PLAY: SUATU ALTERNATIF PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN MENYENANGKAN DALAM MENINGKATKAN


ROLE PLAY: SUATU ALTERNATIF
PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN
MENYENANGKAN DALAM MENINGKATKAN
KETERAMPILAN BERBICARA SISWA
SLTP ISLAM MANBAUL ULUM GRESIK

Oleh : Mudairin*

Abstrak. Sebagai guru bahasa Inggris seringkali dihadapkan pada dua pilihan, mengajar bahasa Inggris untuk mengejar nilai Ebtanas atau melatih kemampuan siswa menggunakan bahasa itu sebagai bahasa komunikasi. Tampaknya pilihan pertama banyak dipilih karena selama ini tolok ukur keberhasilan pembelajaran bahasa Inggris diidentikkan dengan perolehan nilai EBTANAS. Yang terjadi selanjutnya, pembelajaran di kelas monoton dari hari ke hari. Waktu belajar siswa banyak dihabiskan untuk mengerjakan soal-soal latihan.

Bagaimana dengan keterampilan berbicara siswa? Tidak ada keraguan sama sekali bahwa mereka enggan berbicara dalam bahasa Inggris. Mereka tampak merasa malu dan takut salah. Mereka memang tahu banyak tentang bahasa Inggris tapi sayangnya tidak tahu harus berbuat apa terhadap bahasa Inggris.

Salah satu upaya guna meningkatkan keterampilan berbicara siswa adalah memberikan Role Play sebagai bentuk kegiatan pembelajaran bahasa Inggris di kelas. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan English atmosphere di dalam kelos. Dalam Role Play siswa di-setting pada situasi tertentu dan saling berinteraksi bersama teman-temannya dengan menggunakan bahasa Inggris.

Kata kunci: Keterampilan berbicara bahasa Inggris, Role Play Pembelajaran English atmosphere.

PENDAHULUAN

Kurikulum bahasa Inggris SLTP 1994 dan suplemennya menekankan keterampilan membaca (reading) pada pembelajaran bahasa Inggris di SLTP (Kurikulum bahasa Inggris, 1994). Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran bahasa Inggris di kelas banyak difokuskan pada keterampilan membaca (reading). Sementara itu, keterampilan lain utamanya keterampilan berbicara (speaking) tidak banyak mendapatkan perhatian. Apalagi adanya kenyataan bahwa keterampilan berbicara tidak diujikan dolam ulangan bersama atau dalam Ebtanas. Yang terjadi selanjutnya, banyak guru yang memberi porsi secara berlebihan pada keterampilan membaca (reading), sementara kemampuan speaking siswa sangat tidak kompeten. Keadaan ini menjadikan mereka enggan berkomunikasi dalam bahasa Inggris (Yang Shuying, 1999).

Kondisi yang demikian ini terjadi di sekolah peneliti di SLTP Islam Manbaul Ulum Gresik. Pembelajaran bahasa Inggris banyak difokuskan pada reading karena reading banyak mendominasi soal-soal ulangan, baik ulangan bersama maupun Ebtanas. Disisi lain, keterampilan berbicara tidak banyak mendapatkan perhatian yang cukup. Pembelajaran keterampilan speaking disajikan sebatas pada penjelasan-penjelasan mengenai fungsi ungkapan-ungkapan bahasa, tanpa memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperaktikkan ungkapan-ungkapan itu. Lebih parah lagi, bahasan-bahasan itu dikemas dalam bentuk soal-soal latihan. Tidak lain, tujuannya adalah mengkondisikan siswa pada soal-soal Ebtanas. Faktor yang demikian ini menjadikan kemampuan berbicara siswa dalam bahasa Inggris tertatih tatih.

Disisi lain, penguasaan seseoranq terhadap bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi  amat penting. Pada tahun 2010 diperkirakan jumlah orang yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa asing atau bahasa kedua akan melebihi jumlah penutur aslinya (Melvia A. Hasman, 2000). Belum lagi pada tahun 2003 akan diberlakukan dua perjanjian, yaitu AFTA (Asean Free Trade Area) dan AFLA (Asean Free Labour Area), sementara pada tahun 2020 akan diberlakukon Perjanjian WTO.

Melihat peluang-peluang itu dan memperhatikan keberadaan sekolah peneliti ada di daerah industri, tidak ada pilihan lain bahwa keterampilan berbicara siswa harus ditingkatkan. Mengapa keterampilan berbicara? Dari keempat keterampilan bahasa (menyimak, berbicara, membaca dan menulis), keterampilan berbicara dalam bahasa Inggris sangat dibutuhkan dalam bidang industri.
DAFTAR PUSTAKA

Bobby DePorter, dkk. 2000. Quantum teaching. Bandung: Kaifa.
Bobby DePorter dan Mike Hemacki, dkk. 2000. Quantum learning. Bandung: Kaifa.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1993. GBPP bahasa Inggris SLTP 1994. Jakarta: Bidang Dikmenum Kanwil Dikbud Propinsi Jawa Timur.
Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Contextual teaching and learning. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama
Hadfield, J. 1986. Harap's communication games. Australia: Thomas Nelson and Son Ltd.
Hasman, M. A. 2000. The importance of English. Washington: English Teaching Forum.
Mulyasa, E. 2002. Kurilculum berbasis kompetensi: Konsep, karakteristik, dan implementasi. Bandung: Remaja Rosdakarya
Sardiman A.M. 2001. Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: Rajawali Press.
Basri, S. 2000. Teaching speaking. Makalah disampaikan pada Penataran Instruktur Guru Bahasa Inggris SLTP Swasta tanggal 8 - 19 Pebruari 2000 di Jakarta.

--------------------
*) Mudairin adalah Guru Bahasa Inggris SLTP Islam Manbaul Ulum Kabupaten Gersik , Jawa Timur.

Sumber : Buletin Pelangi Pendidikan (Buletin Peningkatan Mutu Pendidikan SLTP) Volume 6 No. 2 tahun 2003.

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700