Tampilkan postingan dengan label Kedokteran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kedokteran. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Februari 2016

KATALOG / JUDUL SKRIPSI KESEHATAN DAN KEDOKTERAN KODE 001 - 100

 KATALOG / JUDUL SKRIPSI KESEHATAN DAN KEDOKTERAN 

KODE 001 - 100





Kd 001.Perbedaan Usia Menopouse Antara Wanita Pengguna Kontrasepsi Suntik Progesteron Dan Pengguna Kontrasepsi Dalam Rahim (Kedokteran)
Kd 002. Perbedaan Kecemasan Antara Santri Perempuan Dengan Santri Laki-laki Di Pondok Pesantren Ta'mirul Islam Surakarta (Kedokteran)
Kd 003. Pengaruh Pengetahuan Kesehatan Murid SMA Terhadap Aspek Kebiasaan Hidup Sehat Dan Status Gizi Di SMA Negeri 159 Sungguminasa Kabupaten Dati II Gowa (Kesehatan Masyarakat)
Kd 004. Pengaruh Tingkat Pendidikan Formal Terhadap Higienis Menstruasi Pada Pekerja Wanita Di PT. Lawua Busanatama Textile Surakarta (Kedokteran)

Kd 005. Perbedaan Angka Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik Berdasarkan Derajat Berat Merokok Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta (Kedokteran)
Kd 006. Hubungan Antara Status Gizi Dengan Luas Lesi Radiologis Pada Penderita Tuberkolosis Paru (Kedokteran)
Kd 007. Perbandingan Status Gizi Murid Kelas Satu SDN Di Daerah Perkotaan (Surakarta) Dan Pedesaan (Jaten Karanganyar) (Kedokteran)
Kd 008. Perbedaan Hasil Perhitungan Retikulosit Antara Metode Basah Dan Metode Kering (Kedokteran)
Kd 009. Efek Antipiretik Air Rebusan Batang Brotowali (Tinospora crispa Miers) Pada Tikus Putih (Kedokteran)
Kd 010.  Pengaruh Waktu Pemberian Makanan Tambahan Terhadap Status Gizi Bayi Di Puskesmas Purwodiningratan Kecamatan Jebres Surakarta (Kedokteran)
Kd 011. Kadar Kolestrol Darah Total Dan Gambaran Histopatologi Jantung Dan Paru-Paru Ayam Pedaging (Gallus domestica) Galur Arbor Acress Umur Empat Dan Enam MInggu (Kedokteran Hewan)

Kd 012. Efek Analgetik Infus Bunga Kenanga (Canangium odoratum BAILL) Dibandingkan Dengan Aspirin Pada Mencit (Mus Musculus) (Kedokteran Hewan)
Kd 013. Perbandingan Efektivitas Sterilisasi Antara Glass Bead Sterilizer dan Alkohol 70% Terhadap Jarum Endodontik (Kedokteran)
Kd 014. Daya Hambat Vitamin C Terhadap Kerusakan Membran Sel Darah Merah Akibat Fotosensitiser Ofloksasin Yang Diinduksi Ultraviolet In Vitro (Kedokteran)
Kd 015. Penilaian Standar Pelayanan Rumah Sakit Melalui Kepatuhan Prosedur Kerja Di Rumah Sakit Gigi Dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember (Kedokteran Gigi)
Kd 016. Hubungan Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Daya Tahan Kardiorespirasi Siswa-Siswi Sma 2 Payakumbuh (Kedokteran)
Kd 017. Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Perilaku Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan Di Puskesmas Rawat Inap Kedaton Bandar Lampung (Kedokteran)
Kd 018. Hubungan Perilaku Dengan Kecelakaan Kerja Pada Pengemudi Taksi Blue Bird Group Pool Warung Buncit Jakarta Selatan (Fisioterapi)
Kd 019. Gambaran Sistem Pengelolaan Rekam Medis Di Rumah Sakit Lancang Kuning Pekanbaru Tahun 2008 (Manajemen Rumah Sakit)
Kd 020.  Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Kota Bandar Lampung Tahun 2006 (Analisis Data Sekunder) (Kesehatan Masyarakat)
Kd 021. Hubungan Antara Kualitas Tidur Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rsud Sragen (Analis Kesehatan)

Kd 022. Perbedaan Nilai Faal Paru Antara Peserta Olahraga Pernafasan Khusus dan Bukan Peserta (Kedokteran)
Kd 023. Perbedaan Penurunan Jumlah Leukosit Antara Radioterapi Dengan Radioterapi Dan Kemoterapi Pada Penderita Kanker Payudara Pasca Bedah (Kedokteran)
Kd 024. Pengaruh Paparan Bising Pesawat Udara Terhadap Jumlah Limfosit Tikus Putih Di Sekitar Bandara Adi Sumarmo Boyolali (Kedokteran)
Kd 025. Pengaruh Paparan Bising Intensitas Tinggi Terhadap Jumlah Sel Darah Putih tikus Putih (Kedokteran)
Kd 026. Pengaruh Paparan Panas Terhadap Jumlah Lekosit Tikus Putih (Rattus norvegicus) (Kedokteran)
Kd 027. Perbedaan Penrunan Jumlah Limfosit Penderita Karsinoma Mammae Pasca Radioterapi Dengan Pasca Radioterapi Dan Kemoterapi (Kedokteran)
Kd 028. Pengaruh Senam Hamil Terhadap Perubahan Kadar Hemoglobin (Hb) Pada Kehamilan Trimester Ketiga (Fisioterapi)
Kd 029. Pengaruh Massage Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Di Puskesmas II Kartasura (Fisioterapi)
Kd 030.  Hubungan Lama Berkendara Dengan Timbulnya Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Pengendara Sepeda Motor (Fisioterapi)
Kd 031. Hubungan Antara Posisi Tubuh Terhadap Volume Statis Paru (Fisioterapi)

Kd 032. Hubungan Antara Lama Berdiri Dengan Terjadinya Nyeri Punggung Bawah pada Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (Fisioterapi)
Kd 033. Hubungan Antara Kekuatan Otot Quadriceps Femoris Dengan Tingkat Keseimbangan Postural Pada Lanjut Usia (Fisioterapi)
Kd 034. Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Dan Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI Dengan Status Gizi Balita Usia 4-24 Bulan Di Desa Sendangharjo Kecamatan Blora Tahun 2007 (Kesehatan Masyarakat)
Kd 035. Studi Kelayakan Sumber Mata Air Kali Bajak Sebagai Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Warga Di Wilayah Kelurahan Karanganyar Gunung Kecamatan Candisari Semarang Tahun 2006 (Kesehatan Masyarakat)
 
Kd 036. Hubungan Antara Kelelahan Dengan Produktivitas Tenaga Kerja Di Bagian Penjahitan PT Bengawan Solo Garment Indonesia (Kesehatan Masyarakat)
Kd 037. Studi Kasus Kualitas Dan Kuantitas Kelayakan Air Sumur Artetis Sebagai Air Bersih Untuk Kebutuhan Sehari-Hari Di Daerah kelurahan Sukorejo kecamatan Gunungpati Semarang Tahun 2007 (Kesehatan Masyarakat)

Kd 038. Hubungan Antara Umur Pertama Pemberian MP ASI Dengan Status Gizi Bayi Usia 6 - 12 Bulan Di Desa Jatimulyo Kecamatan Pedan Kabupaten Klaten (Gizi)

Kd 039. Perbedaan Pengetahuan Tentang Gizi dan Imunisasi Campak Pada Ibu Yang Bekerja di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Nguter Sukoharjo (Gizi)

Kd 040. Hubungan Lama Duduk Tanpa Sandaran Terhadap Resiko Terjadinya Nyeri Punggung Bawah Pada Pekerja Meubel di Desa Karang Joro (Fisioterapi)

Kd 041. Pengaruh Penambahan Kinesio Taping Pada Straight Leg Raising (SLR) Terhadap Fungsional Pada Pasien Osteoathritis Lutut (Fisioterapi)

Kd 042. Pengaruh Progressive Resistance Exercise (PRE) Terhadap Penurunan Nyeri Lutu Dan Peningkatan Kekuatan Otot Quadriceps Pada Osteoarthristis (OA)  Sendi Lutut (Fisioterapi)

Kd 043. Pengaruh Pemberian Stimulasi  Prone Kneeling Terhadap Kemampuan Merangkak Pada Bayi Usia 4 - 7 Bulan (Fisioterapi)

Kd 044. Pengaruh Latihan Isotonik Dengan Metode Resistance Training Terhadap Nyeri Oleh  Karena Faktor Otot Pada Osteoarthritis Lutut (Fisioterapi)

Kd 045. Pengaruh Perbandingan Tepung Terigu dan Tepung Biji Nangka Dalam Pembuatan Mie Basah Terhadap Komposisi Proksimat Dan Daya Terima  (Gizi)

Kd 046. Substitusi Tepung Biji Nangka Pada Pembuatan Kue Bolu Kukus Ditinjau Dari Kadar Kalsium, Tingkat Pengembangan dan Daya Terima (Gizi)

Kd 047. Efektivitas Rangsangan Kombinasi Titik Akupunktur PC-6 (Neiguan) & T-25 (Tianshu) Dibandingkan Pemberian Ondansetron Untuk Mencegah Mual dan Muntah Pasca Bedah Ortopedi Dengan Anestesi Umum (Kedokteran)

Kd 048. Hubungan Kesesuaian Penulisan Diagnosis Dengan Keakuratan Kode Penyakit Pasien Jamkesmas Di Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru Yogyakarta (Kesehatan Masyarakat)

Kd 049. Pengaruh Lama Senam Diabetes Melitus (DM) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita DM Tipe II (Fisioterapi)

Kd 050. Hubungan Antara Status Gizi Dan Kadar Hemoglobin (Hb) Dengan Kesegaran Jasmani Pada Anak SDN X Dan SDN Y Di Kecamatan Kartasura (Gizi)

Kd 051. Kejadian Nyeri Bahu Pada Olahragawan Bulutangkis Putra Di Persatuan Bulutangkis Tama Taraman Yogyakarta  (Fisioterapi)

Kd 052. Hubungan Antara Derajat Cedera Kepala Berdasarkan Glasgow Coma Scale (GCS) Dengan Keluhan Nyeri Kepala Pasca Trauma Pada Pasien Cedera Kepala Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar (Kedokteran)

Kd 053. Pengaruh Penambahan Mikrodermabrasi Pada Intervensi Iotophoresis Terhadap Pencerahan Kulit Wajah (Fisioterapi)

Kd 054. Profil Indeks Massa Tubuh Dan VO2 Maksimum Pada Mahasiswa Program Studi D IV Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Fisioterapi)

Kd 055. Pengaruh Neuro Developmental Treatment Terhadap Penurunan Spastistika Knee Joint Pada Penderita Cerebral Plasy Spastic Diplega (Fisioterapi)

Kd 056. Hubungan Besarnya Perbandingan Angka Neutrofil Dengan Angka Limfosit Pada Apendisitis Akut Di RSUD Sukoharjo Periode 1 Januari 2008 Sampai 31 Desember 2009 (Kedokteran)

Kd 057. Hubungan Beban Kerja Corder Dengan Keakuratan Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap Berdasarkan ICD-10 Di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Tahun 2011 (Kesehatan Masyarakat)

Kd 058. Hubungan Tingkat Konsumsi Zat Besi dan Vitamin C Dengan Kesegaran Jasmani Anak Sekolah Dasar Negeri XXX Jawa Tengah (Gizi)

Kd 059. Pengaruh Penambahan Neuromuscular Electrical Stimulation (NMES)  Pada Stretching Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Fleksor Wrisit Pada Atlet Panjat Tebing Di Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Pontianak (Fisioterapi)

Kd 060. Hubungan Kebiasaan Sarapan dan kadar Hemoglobin Dengan Prestasi Belajar Siswi SMP Negeri XXX  (Gizi)

Kd 061. Beda Pengaruh Lama Merokok Pada Perokok dan Non Perokok Terhadap Arus Puncak Ekspirasi (APE) Mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas XXX (Fisioterapi)

Kd 062. Pengaruh Pemberian Isometric Exercise dan Progresive Resistive Exercise Terhadap Peningkatan Lingkup Gerak Sendi Lutut Pada Penderita Osteoartritis (Fisioterapi)

Kd 063. Pengaruh Hydrotherapy Exercise Dan William's Flexion Exercise Terhadap Nyeri Punggung Bawah (Fisioterapi)

Kd 064. Efektivitas Dan Kenyamanan Trancutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) Dalam Mengurangi Nyeri Kronik Muskuloskeletal Pada Usia Lanjut (Fisioterapi)

Kd 065. Beda Pengaruh Durasi 10 Menit dan 15 Menit Pada Warming Up  dan Cooling Down Terhadap Resiko Cedera Ankle Pada Pesenam Aerobik (Fisioterapi)

Kd 066. Pengaruh Intervensi Iontophoresis Ser-C Terhadap Hiperpigmentasi Pada Kulit Wajah (Fisioterapi)

Kd 067. Pengaruh Pemberian Post Natal Exercise Terhadap Pengurangan Nyeri Pada Ruptur Perinei Dan Peningkatan Kemampuan Fungsional (Fisioterapi)

Kd 068. Penatalaksanaan Short Wave Diathermy Dan Terapi Latihan Pada Kondisi Ostheoarthritis Genu Destra  Di RSOP dr. Soeharso Surakarta (Fisioterapi)

Kd 069. Hubungan Senam Asma Dengan Arus Puncak Ekspirasi (APE) (Fisioterapi)

Kd 070. Pengaruh Senam Hamil Terhadap Perubahan Volume Paru Pada Kehamilan Trimester Ketiga (Fisioterapi)

Kd 071. Perbandingan Efek Analgesik Antara Penggunaan Konvensional Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) Dengan Iontophoresis Pada Nyeri Lutut Akibat Osteoarthritis (Fisioterapi)

Kd 072. Hubungan Antara Pola Makan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Dil Wilayah Kerja Puskesmas Kerjo Kabupaten Karanganyar (Gizi)



Untuk Mendapatkan File Lengkap silahkan Hubungi/ sms ke HP.  089 679 540 116

Sabtu, 29 Desember 2012

KD 32 -HUBUNGAN ANTARA LAMA BERDIRI DENGAN TERJADINYA NYERI PUNGGUNG BAWAH


HUBUNGAN ANTARA LAMA BERDIRI DENGAN TERJADINYA
NYERI PUNGGUNG BAWAH DADA MAHASISWA FARMASI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

BAB .I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Nyeri punggung bawah (low hack pain) merupakan keluhan umum yang pernah dialami oleh semua orang, tetapi jarang berakibat fatal. Meskipun demikian sejak seseorang belajar berdiri dan berjalan, sejak saat itu juga dihadapkan pada risiko nyeri punggung bawah. Keluhan nyeri punggung bawah merupakan salah satu penyebab utama meninggalkan aktivitasnya
Salah satu penyebab nyeri punggung bawah adalah lama berdiri karena tuntunan dari suatu pekerjaan, yang mengharuskan berdiri lama yang lebih dari satu jam tanpa ada kesempatan untuk duduk. Seseorang yang secara terus­menerus berdiri lama akan menambah keluhan nyeri punggung bawah karena punggung yang salah statik dan tegang. Sehingga mereka butuh edukasi untuk mengurangi kcluhan nyeri punggung bawah karena lama berdiri.
Kondisi ini merupakan yang sering terjadi pada mahasiswa farmasi saat praktek. Praktek pada mahasiswa farmasi membutuhkan waktu untuk berdiri lama kira-kira 5 - 6 jam. Faktor resiko terjadinya nyeri punggung bawah karena tegangnya postur tubuh yang disebabkan beberapa aktivitas yang dilakukan secara tidak benar seperti berdiri lama.
Waktu berdiri terjadi gerakan torsi adalah gerak putar korpus vertebra akibat gaya mckanik yang dipengaruhi oleh diskus intervertebralis I sendi faset dan ligamen-ligamen interspinal. Gerak torsi sering menimbulkan kerusakan diskus yang mempercepat proses degenerasi diskus. Gerak gesek (shering force) antara korpus vertebra menimbulkan pembebanan pada faset akan bertambah. Pembebanan asimetris berkaitan dengan postrrr tubuh saat aktivitas postur yang seimbang pada waktu berdiri terlalu lama (Pudjianto, 2001). Akibat lama berdiri mcnycbabkan nyeri punggung bawah yang dapat mengganggu aktivitas serta dapat meningkatkan biaya pengobatan.
Sebagian besar nyeri punggung tidak disebabkan oleh ganguan yang serius dan umumnya sembuh sendiri, pemeriksaan menjadi kurang teliti dan penyebab yang Iebih serius tidak dapat dikctahui dengan cepat. Seringkali diagnosis pasti tidak dapat ditegakkan karena kurangnya pendekatan diagnostik. Mengingat penyebab yang sangat beragam dan melibatkan banyak disiplin ilmu fisioterapi berperan penting dalam menegakkan diagnosis. Dengan melakukan pemeriksaan fisioterapi sangatlah dibutuhkan dalam menangani kondisi ini, sehingga nyari punggung bawah dapat dikurangi atau dihilangkan.
Nampir semua jenis sakit pinggang dianggap sebagai manifestasi perubahan degeneratif pada diskus intervertebralis yang mcngcnai unulus fibrosis. Pada tahap berikutnya, hernia nuklcus pulposus sebagai faktor etiologik sakit pinggang paling sering di diagnosa. Oleh karena peranan unsur miofasial, sakit pinggang scring dianggap scbagai manifestasi proses patologik pada komponen miofasial susunan neuro muskuloskeletal (Nuartha, 2008).
Mediagnosa nyeri pinggang atau low back pain harus sesuai dengan keadaan sebenarnya, yang dapat diungkapkan oleh anamesa dan tindakan pemeriksaan (diagnostik fisik). Karena sering terjadi penekanan serta berperan penting unsur miofasial dalam patogenesis neuro muskuloskeletal, sehingga sering di diagnosa sebagai Nyeri pinggang bawah atau moifasial (Nuartha, 2008).
Dalam penelitian ini, penulis ingin mengetahui pengaruh lama berdiri mahasiswa farmasi UMS terhadap terjadinya nyeri punggung bawah. Dengan pemberian kuisioner pada mahasiswa farmasi UMS

B.      Identifikasi Masalah
Pemahaman tentang terbagai penyebab nyeri punggung bawah sangat penting mengingat nyeri punggung bawah hanyalah suatu diagnosa klinis bukan diagnosa etiologis. Diantara penyebab nyeri punggung bawah karena lama berdiri.Punggung harus bekerja non stop 24 jam sehari,dalam posisi berdiri punggung harus bekarja keras menyangga tubuh kita. $isa dibayangkan, jika kita tidak menjaga kesehatan punggung maka nyeri punggung akan terjadi. Nyeri punggung yuang paling sering terjadi yang disebabkan karena terlalu lama berdiri, sikap berdiri yang tidak terlalu tepat, postur tubuh yang tidak ideal, aktivitas yang berlebihan, serta trauma. Mencegah nyeri punggung yang harus dilakuakan adalah menghindari faktor resiko (Gatam,2006)
Berdiri dengan posisi yang salah akan menyebabkan otot-otot pinggang menjadi tegang dan dapat merusak jaringan lunak sekitarnya. Dan bila, berlanjut terus akan menyebabkan penekanan pada bantalan tulang belakang yang mengakibatkan hernia nukleus pulposus. Tekanan pada bantalan saraf pada saat berdiri dianggap 100%. Pada kerja otot statis, dengan pengerahan tenaga 50% dari kekuatan maksimum otot hanya dapat bekerja I menit. Sedang pada pengerahan tenaga < 20% kerja fisik dapat berlangsung cukup lama. Tetapi pengerahan otot satis sebesar 15 - 20% menyebabkan kelelahan dan nyeri jika berlangsung sepanjang hari ( Pudjianto, 2001).
Keluhan umum penderita nyeri punggung adalah pada regio lumbo sacral, tanda dan gejala lain yang dapat menyertai adalah nyeri yang menjalar sampai tungkai (iscialgia), deviasi postur (scoliosis, hyperlordosis, flat back) ganguan gerak tulang belakang, spasme otot paravertehralis, refered pain.
Disamping permasalahan yang tersebut di atas, peneliti ingin mengetahui huhungan lama berdiri mahasiswa farmasi UMS terhadap terjadinya nyeri punggung bawah.

C.      Pembatasan Masalah
Mengingat banyaknya gangguan yang terjadi pada daerah kaki, disini peneliti lebih menfokuskan terhadap terjadinya nyeri punggung bawah yang disebabkan karena faktor lama berdiri.

D.      Perumusan Masalah
Berdasarkan masalah yang akan diteliti, maka dapat dirumuskan :
Apakah ada hubungan lama berdiri terhadap terjadinya nyeri punggung bawah?
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S, 2002. Prosedur Penelitian. Rieke Cipta :.lakarta. Basmajian, John V., 1989; Therapiutik Exercise; Third Edition, USA

Caillet, R., 1981. Low Back Pain Syndrome; Second Edition, FA Davis Company: Philedelpia.

Chusid, J.G., 1990. Neuroanatomi Korelatif dan Neuro Fungsional; Cetakan Kedua. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.

De Wolf, A.N.& Mens, J.M.A., 1990; Pemeriksaan Alat Penggerak Tubuh; Cetakan Kedua; Penerjemah Steven Pandago: Netheriland.

Feldman, D. E.. 2001. Risk Factor for The Development of Low Back Pain in Andalescence. American Journal of Epidimologi. Diambil pada tanggal 18 Oktober dari www. ProquesU pqdauto

Gempur, S, 2005; Pengaruh Titik Behan Tumpu Tubuh karena Berdiri Terhadap Nyeri Punggung. Universitas Airlangga

Ig. Sujatno dkk, 2002; Sumher Fisis; Politeknik Kesehatan Surakarta; Surakarta. Imric, David. 1995. Mengatasi Nyeri Punggung. Arcan. Jakarta.

Kapandji, LA., 1990; The Physiology of Joint; Volume Three Cruchill, Livingstone, USA.

Netter, Frank, H., 1990. Atlas of Human Anatomy; Second Printing, Summit, New Jersey.

Notoadmodjo, 2003. Metodologi Penelitian Kesehatan (Edisi revisi). Jakarta : PT. Rieka Cipta.

Nuartha, AA.Bgs. 2004, Penatalaksanaan Nyeri Pinggang Bawah Neurologi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Denpasar, diambil pada tanggal 13 Februari 2008 dari www.search.epnet.com

Nurdwinuringtyas, 2007; Latihan Nyeri Pinggang; simposium awam RS Pelni Jakarta

Parjoto, S., 2006; Terapi Listrik untuk Modulasi Nyeri. Ikatan Fisioterapi Indonesia, Semarang.

Pearce, E., 2000; Anatomi dan Fisiologi untuk, Paramedis. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
DAFTAR PUSTAKA HANYA SEBAGIAN


Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700

KD 30 -HUBUNGAN LAMA BERKENDARA DENGAN TIMBULNYA KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH


HUBUNGAN LAMA BERKENDARA DENGAN
TIMBULNYA KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH
PADA PENGENDARA SEPEDA MOTOR

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Nyeri punggung bawah atau low back pain (LBP) merupakan keluhan yang sering kita dengar dari orang usia lanjut, namun tidak tertutup kemungkinan dialami oleh orang usia muda (Paliyama, 2003). Low back pain atau nyeri punggiuig bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kiu-ang baik (Maher, Salmond & Pellino, 2002). Low back pain dapat disebabkan oleh berbagai penyakit muskuloskeletal, gangguan psikologis dan mobilisasi yang salah. Menurut Rakel (2002), low back pain adalah nyeri punggung bawah yang berasal dari tulang belakang, otot, saraf atau struktur lain pada daerah tersebut. Low back pain diklasifikasikan kedalam 2 kelompok yaitu kronik dan akut. Low back pain akut terjadi dalam waktu kurang dari 12 minggu. Sedangkan low back pain kronik terjadi dalam waktu 3 bulan (Rogers, 2006). Dengan demikian low back pain adalah gangguan muskuloskeletal yang pada daerah punggung bawah yang disebabkan oleh berbagai penyakit dan aktivitas tubuh yang kurang baik.
Faktor resiko terjadinya low back pain karena tegangnya postur tubuh, obesitas, kehamilan, faktor psikologi dan beberapa aktivitas yang dilakukan dengan tidak benar seperti mengangkat barang yang berat dan duduk yang lama. Duduk lama pada murid sekolah atau mahasiswa pada saat perkuliahan berlangsung juga dapat mengakibatkan terjadi nyeri punggung (Klooch, 2006 dalam Zamna, 2007).
Usia merupakan faktor yang memperberat terjadinya low back pain, sehingga biasanya di derita oleh orang berusia lanjut karena penurunan fungsi­fungsi tubuhnya terutama tulangnya sehingga tidak lagi elastis seperti diwaktu muda. Tetapi saat ini sering ditemukan orang berusia muda sudah terkena low back pain (Paliyama, 2003). Penelitian yang dilakukan Klooch (2006) terhadap murid sekolah di Skandinavia menemukan 41,6 persen yang menderita nyeri punggung bawah selama duduk di kelas, terdiri dari 30 persen yang duduk selama satu jam, dan 70 persen yang duduk lebih dari satu jam. Dengan demikian usia bukan lagi faktor yang memperberat melainkan faktor pendukung.
Masalah nyeri punggung bawah yang timbul akibat duduk lama menjadi fenomena yang sering terjadi saat ini. 60 % orang dewasa mengalami nyeri punggung bawah karena masalah duduk yang terjadi pada mereka yang bekerja atau yang aktivitasnya lebih banyak dilakukan dengan duduk. Duduk lama dengan posisi yang salah dapat menyebabkan otot-otot punggung menjadi tegang dan dapat merusak jaringan lunak sekitarnya. Bila keadaan ini berlanjut, akan menyebabkan penekanan pada bantalan saraf tulang belakang yang mengakibatkan hernia nukleus pulposus (Chang, 2006 dalam Zamna, 2007). Fenomena diatas sekarang juga terjadi pada pengendara sepeda motor, terutama para sales perusahaan-perusahaan yang memasok barang-barang ke toko-toko, pekerjaan yang dijalani setiap hari diatas kendaraan memungkinkan terjadinya low back pain. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh peneliti pada PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (Ceria) di Solo, dilihat dari jam kerja yang dimulai dari pukul 09.00 - 17.00 wib, para sales bisa berkendara sampai 6 jam setiap harinya dengan diselingi istirahat. Kegiatan diatas kendaraan yang dilakukan para sales dalam setiap hari hampir lebih dari 80% dari waktu berkerja para sales tersebut.
Sukarto (2007) mengatakan, "Saat manusia duduk, beban maksimal lebih berat 6-7 kali dari berdiri. Tulang atlas yang menyangga tengkorak mengalami beban terberat. Jika riding position-nya salah, bagian tulang belakang yakni vertebra lumbal 2-3 (mendekati tulang pinggul) akan terserang nyeri punggung bawah. Jika salah terus, berulang-ulang apalagi ditambah getaran kontinu, akan timbul radang (artrosis lumbalis) lalu pengapuran tulang belakang dan terjepitnya syaraf tulang belakang. Jika sudah parah bisa terjadi fraktur atau patah". Putra (2007) mengatakan bahwa pabrikan harus merancang posisi pengendara dan penumpang yang baik aman dan nyaman karena hal ini juga mempengaruhi ergonomi motor. Kaitannya terhadap si pengendara yang didalamnya mempelajari antropometri (human dimension), Bio Mechanic (ilmu tentang gerak tubuh), fisiologi (faal, psikologi dan penginderaan). Berkendara pun harus memperhatikan ketahanan tubuh, jangan berkendara lebih dari 2,5 jam karena inilah waktu maksimal yang masih bisa dijalani tubuh. Namun variabel waktu ini dapat berkurang bila pengendara tidak memiliki daya tahan tubuh yang baik akan posisi berkendara yang salah. Keluhan nyeri punggung bawah akan mulai dirasakan setelah 6 bulan, apabila pengendara sepeda motor secara rutin berkendara setiap hari minimal 2,5 jam (Sukarto, 2007). Menurut Samara (2004) , setelah duduk selama 15-20 me-nit, otot-otot punggung biasanya mulai letih, mulai dirasakan nyeri ptmggung bawah. Dan berdasarkan penelitian yang dilakukan Idyan tahun 2005 pada mahasiswa ekstensi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia sebanyak 35 responden yang duduk setiap perkuliahan selama 1- 3 jam. Didapatkan data sebanyak 4 orang atau 11,4% responden mengalami nyeri ringan, sedangkan 37,1% atau 13 responden yang mengalami nyeri sedang dan sebanyak 51,4 % atau 18 orang responden mengalami nyeri berat. Tingkatan nyeri yang dirasakan mahasiswa sangat dipengaruhi oleh prilaku mahasiswa pada saat duduk.
Apabila kejadian duduk dalam waktu lama saat berkendara tersebut tenis terjadi, sangat berpotensi sekali terjadinya keluhan nyeri punggung bawah pada pengendara sepeda motor, khususnya para sales perusahaan yang menghabiskan paling tidak 80% waktu berkerja mereka diatas motor. Apabila terjadi nyeri punggung bawah pada para sales tersebut, secara tidak langsung akan menurunkan tingkat produktifitas. Dan bagi perusahaan tempat mereka berkerja, akan mengalami kerugian. Oleh karena itu peneliti menganggap sangat perlu untuk mengetahui, apakah ada hubungan antara lama berkendara dengan timbulnya keluhan nyeri punggung bawah. Dimana bila kondisi ini memiliki hubungan, diharapkan timbulnya keluhan nyeri punggung bawah dapat diminimalisir atau dicegah sehingga gangguan-gangguan yang disebabkan oleh nyeri punggung bawah, seperti penurunan tingkat produktifitas dapat dicegah.

B.      Identifikasi Masalah
Punggung harus bekerja tanpa berhenti 24 jam sehari. Dalam posisi duduk, berdiri (mengerjakan pekerjaan rumah tangga, berjalan) bahkan tidur, harus bekerja keras menyangga tubuh kita. Bisa dibayangkan , jika kita tak jeli menjaga kesehatan punggung, maka nyeri punggung atau nyeri tulang belakang atau back pain pun menimpa. penyebab low back pain yang paling sering adalah duduk terlalu lama, sikap duduk yang tidak tepat,postur tubuh yang tidak ideal (improper), aktivitas yang berlebihan, serta trauma. Jadi, untuk mencegah nyeri punggung, yang harus dilakukan adalah menghindari semua itu (Gatam, 2006).
Duduk lama dengan posisi yang salah akan menyebabkan otot-otot punggung menjadi tegang dan dapat merusak jaringan lunak sekitarnya. Dan, bila ini berlanjut terus, akan menyebabkan penekanan pada bantalan saraf tulang belakang yang mengakibatkan hernia nukleus pulposus. Bila tekanan pada bantalan saraf pada orang yang berdiri dianggap 100 persen, maka orang yang duduk tegak dapat menyebabkan tekanan pada bantalan saraf tersebut sebesar 140 persen. Tekanan ini menjadi lebih besar lagi 190 persen bila ia duduk dengan badan membungkuk ke depan. Namun, orang yang duduk tegak lebih cepat letih karena otot-otot punggungnya lebih tegang. Sementara orang yang duduk membungkuk kerja otot lebih ringan, namun tekanan pada bantalan saraf lebih besar. Setelah duduk selama 15-20 menit, otot-otot punggung biasanya mulai letih. Maka, mulai dirasakan nyeri punggung bawah (Samara, 2004).
Pada sales perusahaan-perusahaan yang dalam berkerjanya menggunakan kendaraan sepeda motor dalam memasarkan produknya, dalam sehari mereka bisa berkendara minimal 6 jam.

C.      Batasan Masalah
Dikarenakan keterbatasan waktu, tenaga, teori dan biaya maka pada penelitian ini, peneliti lebih memfokuskan terhadap lama waktu berkendara yang dijalani setiap hari minimal 2,5 jam dalam sehari, pada pengendara sepeda motor jenis bebek, pada sales selular ceria di kota solo.

D.      Perumusan Masatah
Sukarto (2007), mengemukakan bahwa dalam berkendara pun harus memperhatikan ketahanan tubuh. Jangan berkendara lebih dari 2,5 jam karena
DAFTAR PUSTAKA

Alimul, A. Azis, 2003. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta. Salemba Medika.

Andargini, Rivai, 2007. Beda Wanita dan Pria Saat Berkendara. Diambil pada tanggal 26 juli 2008 dari ww w.reader.com.

Anonim, 2007, Vibrasi : Pengaruh Getaran Motor Bagi Tubuh. Diambil pada tanggal 23 Desember 2008 dari www. Sd.irah;i-'I'htmdermet

Arikunto, S, 2002. Prosedur Penelitian, Jakarta. Rieke Cipta.

Apley, AG and Louis S, 1995. Terjemahan Orthopedi dan Fraktur Sistem Apley. Edisi ke-7, Widya Medika. Jakarta.

Caillet, R, 1981. Low Back Pain Syndrome. Second Edition, FA Davis Company, Philadelphia.

Chusid, J.G. 1994. Neuroanatomi Korelatif dan Neurologi Fungsional. Cetakan kedua. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Free Dictionary. 2006. Siting, diambil pada tanggal 31 Oktober 2007 dari httml

Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariabel Dengan Program SPSS. Semarang : Badan Penerbit UNDIP.

Idyan, Zamna. 2007. Hubungan duduk lama saat perkuliahan dengan keluhan "low back pain". Diambil pada tanggal 4 april 2008 dari

Kapandji, LA, 1974. The Physiology of The Joint. Second Edition Churchill Living Stone. New York.

Kuntono, HT, 2007. Anatomi Fungsional Vertebrae. Diambil pada tanggal 1.7 November 2008 dari www. PhysioSBY.com
Mardiman, Sri, dkk, 1994. Buku Pegangan Kuliah: Dokuemntasi Persiapan Praktek Profesional Fisioterapi II. Depkes RI, Akademi Fisioterapi Surakarta. Surakarta.

Notoatmodjo, 2005; Metodologi Penelitian Kesehatan(Edisi Revisi); Jakarta: PT Rieke Cipt

Paliyama, J.M., 2003; Perbandingan Efek Terapi Arus Interferensi dengan TENS dalam Pengurangan Nyeri Punggung Bawah Muskuloskeletal; FK Undip Semarang, Semarang.
DAFTAR PUSTAKA HANYA SEBAGIAN

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700