Tampilkan postingan dengan label PTK high school. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PTK high school. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 November 2012

PTK SMA 16 - PENGGUNAAN METODE TEAM TEACHING DAN DISKUSI KELOMPOK DALAM UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN VEKTOR


PENGGUNAAN METODE TEAM TEACHING DAN DISKUSI KELOMPOK DALAM UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN VEKTOR BAGI SISWA KELAS XII IA 1
SMA NEGERI 1 MADIUN SEMESTER I
TAHUN PELAJARAN 2006/2007


ABSTRAK

Tujuan Penelitian ini adalah untuk 1. Mngetahui penggunaan metode team teaching dan diskusi kelompok terahdap efektifitas pembelajaran Matematika Pokok Bahasan Vektor kelas XII IA.1 SMA Negeri 1 Madiun. Semester I Tahun pelajaran 2006/2007. 2. Mengetahui penggunaan metode team teaching dan diskusi kelompok terhadap peningkatan prestasi belajar matematika pada pokok bahasan Vektor kelas XII IA.1 SMA Negeri 1 Madiun Semester I Tahun pelajaran 2006/2007.

Penelitian ini mengambil lokasi di SMAN 1 Madiun. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan yaitu bulan September 2006 s. d. November 2006. Subyek dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas XII IA.1 SMAN 1 Madiun Tahun Pelajaran 2006/2007 Teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi dan wawancara Analisis Data dengan menggunakan analisis diskripsi kualitatif. Prosedur penelitian dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri pra tindakan dan 2 (dua) siklus.

Hasil dari Penelitian Tindakan Kelas: Pada pra siklus 25 siswa atau 62,5% tidak tuntas dan 15 siswa atau 37,5% tuntas.  Siklus I adalah sebanyak 22 siswa atau 55% tuntas dan 18 siswa atau 45% tidak tuntas. Siklus II sebanyak 34 siswa atau 85% tuntas dan 6 siswa atau 15% tidak tuntas. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas maka hipotesis yang mengatakan: 1. Dengan metode Team Teaching dan Diskusi Kelompok akan efektif dalam pembelajaran Matematika Pokok Bahasan Vektor kelas XII IA.1 SMA Negeri 1 Madiun terbukti kebenarannya. 2. Dengan metode Team Teaching dan Diskusi Kelompok dapat meningkatkan Prestasi belajar Pokok Bahasan Vektor kelas XII IA.1 SMA Negeri 1 Madiun Semester I Tahun pelajaran 2006/2007, terbukti kebenarannya.


DAFTAR PUSTAKA


Choiriyah, Siti. 2006. Acuan Pengayaan Matematika. Solo : Sindhunata

Elizabeth B. Hurlock. 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Gelora Aksara Pratama.

Gredler, Margaret E. Ball, 1991. Belajar dan Membelajarkan, Jakarta : Rajawali

Hasibuan, J.J. dan Moedjiono, 2000, Proses Belajar Mengajar, Bandung, Penerbit PT. Remaja Rosdakarya.

Kuntarti, Sulistyono, Sri Kurnianingsih. 2004. Matematika SMA. Untuk Kelas X Program Ilmu Alam. Jakarta : Gelora Aksara Pratama.

Kusmana Pachrudin, E., 1985, Proses Belajar Mengajar : Azas, Strategi, Metode, Jurusan Pendidikan Dunia Usaha, FPIPS IKIP Bandung.

Madyo Ekosusilo, dan Kasihadi, 2000. Dasar-Dasar Pendidikan, Semarang, Penerbit Effhar Publishing.

Moedjiono dan Dimyati, Moh. , 1991, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan, Dikti, Depdikbud.

Martinis Yamin. H. 2005. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi, Jakarta, Penerbit Gaung Persada Press.

Sriyono, dkk., 1992, Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA, Jakarta, Penerbit Rineka Cipta.

Suryadi, Didi. 1997. Alat Peraga dan Pengajaran Matematika. Jakarta : Ditjen Dikdasmen D2 Karunika UT

Tri Wahyono. 2004. Matematika SMA. Untuk Kelas X Program Ilmu Alam. Surakarta : Penerbit PT. Mefi Caraka

UU No. 2 Tahun 1989. Tentang Sistem Pendidikan Nasional

Winkel. W.S. 1987. Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia 



Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700


PTK SMA 15 - UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN SUKU BANYAK MELALUI METODE KERJA KELOMPOK BAGI SISWA KELAS III IPA 2


UPAYA  PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN SUKU BANYAK MELALUI METODE KERJA KELOMPOK BAGI SISWA KELAS III IPA 2
SMU NEGERI 1 MADIUN PADA SEMESTER II
TAHUN PELAJARAN 2003/2004

ABSTRAK 

Tujuan Penelitian ini adalah : 1. Meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas VII SMU Negeri 1 Madiun. 2. Meningkatkan kemampuan siswa SMU Negeri 1 Madiun khususnya kelas III IPA 2 dalam memahami konsep Suku Banyak. 3. Membangkitkan minat belajar siswa untuk memperoleh prestasi belajar yang lebih optimal. 4. Mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran yang ditampakkan pada keaktifan siswa dalam kelompoknya.

Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan yaitu bulan Pebruari sampai dengan April 2004. Subyek dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa SMUN 1 Madiun pada kelas III IPA 2 Semester II Tahun Pelajaran 2003/2004. Teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi dan wawancara Analisis Data dengan menggunakan analisis diskripsi kualitatif. Prosedur penelitian dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri pra tindakan dan 2 (dua) siklus.

Hasil penelitian: Pada kondisi awal/pra siklus, 21 siswa atau 47% tidak tuntas dan 24 siswa atau 53% tuntas. Hasil siklus I adalah sebanyak 33 siswa atau 73% tuntas, sedangkan 12 siswa atau 27% siswa tidak tuntas. Sementara rata-rata prestasi belajar 67,2 berada di bawah rata-rata 70. Pada Siklus II sebanyak 37 siswa atau 82% tuntas dan 8 siswa atau 18% tidak tuntas. Ketuntasan 82% yang berada di atas 75% ini menandakan bahwa perbaikan pembelajaran pada siklus II dengan menggunakan metode kerja kelompok telah berhasil. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas tersebut maka hipotesis tindakan yang mengatakan: “Dengan menggunakan metode kerja kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada konsep Suku Banyak bagi siswa kelas III IPA 2 SMU Negeri 1 Madiun Semester II Tahun Pelajaran 2003/2004”, terbukti kebenarannya

DAFTAR PUSTAKA



Anita Lie. 2005. Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas. Jakarta : Gramedia.

Arifin Zaenal. 1990. Evaluasi Instruksional Prinsip Teknik Prosedur. Bandung : Remadja Rosda Karya

Elizabeth B. Hurlock. 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Gelora Aksara Pratama.

Gredler, Margaret E. Ball. 1991. Belajar dan Membelajarkan, Jakarta : Rajawali

Herman Hudojo, 1990. Strategi Mengajar Belajar Matematika. Malang : IKIP Malang.

Koko Martono, R. Eryanto, Firman Syah Noor, (2007). Matematika dan Kecakapan Hidup, Untuk SMA 12A. Bandung : Ganeca Exact.

Prasetyawan Irawan, dkk. 1997. Teori Belajar, Motivasi, dan Ketrampilan Mengajar. Jakarta: Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruktisional Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Rini Budiharti. 2001, Strategi Belajar Mengajar. Surakarta :  UNS Press.

Siti Choiriyah. 2006. Acuan Pengayaan Matematika. Solo : Sindhunata

UU No. 2 Tahun 1989. Tentang Sistem Pendidikan Nasional

Winkel. W.S. 1987. Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia 





Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700

PTK SMA 14 - Upaya Peningkatan Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Matematika materi suku banyak dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw


Upaya Peningkatan Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Matematika materi suku banyak dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw Pada SMAN 2 Madiun

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Negara berkembang selalu berusaha untuk mengejar ketinggalannya, yaitu dengan giat melakukan pembangunan di segala bidang kehidupan. Dalam bidang pendidikan pemerintah selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan berbagai cara seperti mengganti kurikulum, meningkatkan kualitas guru melalui penataran-penataran atau melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi, memberi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan sebagainya. Sesuai dengan UU no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 3 menyatakan bahwa ; “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Dengan memperhatikan isi dari UU No. 20 tahun 2003 tersebut, peneliti berpendapat bahwa tugas seorang peneliti memang berat, sebab kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh keberhasilan pendidikan dari bangsa itu sendiri. Jika seorang seorang guru atau pendidik tidak berhasil mengembangkan potensi peserta didik maka negara itu tidak akan maju, sebaliknya jika guru atau pendidik berhasil mengembangkan potensi peserta didik, maka terciptalah manusia yang cerdas, terampil, dan berkualitas. Sesuai dengan Depdiknas (2005 : 33) yang menyatakan bahwa, “Pendidikan Matematika  adalah mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia, suku bangsa untuk menjadi warga negara yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang dilandasi oleh Pancasila dan UUD 1945”.
Untuk mencapai tujuan ini peranan guru sangat menentukan. Menurut Wina Sanjaya (2006 : 19), peran guru adalah: “Sebagai sumber belajar, fasilitator, pengelola, demonstrator, pembimbing, dan evaluator”. Sebagai motivator guru harus mampu membangkitkan motivasi siswa agar aktivitas siswa dalam proses pembelajaran berhasil dengan baik. Salah satu cara untuk membangkitkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran adalah dengan mengganti cara / model pembelajaran yang selama ini tidak diminati lagi oleh siswa, seperti pembelajaran yang dilakukan dengan ceramah dan tanya-jawab, model pembelajaran ini membuat siswa jenuh dan tidak kreatif. Suasana belajar mengajar yang diharapkan adalah menjadikan siswa sebagai subjek yang berupaya menggali sendiri, memecahkan sendiri masalah-masalah dari suatu konsep yang dipelajari, sedangkan guru lebih banyak bertindak sebagai motivator dan fasilitator. Situasi belajar yang diharapkan di sini adalah siswa yang lebih banyak berperan (kreatif).
Pada SMAN 2 Madiun   sejak peneliti mengajar, dalam pembelajaran Matematika , peneliti sering menggunakan model pembelajaran ceramah. Model pembelajaran ini tidak dapat membangkitkan aktivitas siswa dalam belajar. Hal ini tampak dari perilaku siswa yang cenderung hanya mendengar dan mencatat pelajaran yang diberikan guru. Siswa tidak mau bertanya apalagi mengemukakan pendapat tentang materi yang diberikan. Melihat kondisi ini, peneliti berusaha untuk mencarikan model pembelajaran lain yaitu model pembelajaran diskusi. Siswa dibagi atas beberapa kelompok yang beranggotakan 3-5 orang (melihat kondisi siswa di kelas). Dari diskusi yang telah dilaksanakan, ternyata siswa masih kurang mampu dalam mengemukakan pendapat, sebab kemampuan dasar siswa rendah. Dalam bekerja kelompok, hanya satu atau dua orang saja yang aktif, sedangkan yang lainnya membicarakan hal lain yang tidak berhubungan dengan tugas kelompok. Dalam melaksanakan diskusi kelompok, peneliti juga melihat di antara anggota kelompok ada yang suka mengganggu teman karena mereka beranggapan bahwa dalam belajar kelompok (diskusi) tidak perlu semuanya bekerja. Karena tidak semua anggota kelompok yang aktif, maka tanggung jawab dalam kelompok menjadi kurang, bahkan dalam kerja kelompok (diskusi), peneliti juga menemukan ada di antara anggota kelompok yang egois sehingga tidak mau menerima pendapat teman.
Melihat kenyataan-kenyataan yang peneliti temui pada sikap siswa di dalam proses pembelajaran tersebut di atas, peneliti berpendapat bahwa aktivitas siswa di SMAN 2 Madiun dalam pembelajaran Matematika  sangat kurang. Dalam hal ini peneliti berani mengungkapkan karena memang aktivitas siswa SMAN 2 Madiun masih jauh dari pengertian aktivitas yang diungkapkan dari para ahli, seperti Paul D. Dierich dalam Oemar Hamalik (2001: 173), mengemukakan bahwa jenis aktivitas dalam kegiatan lisan atau oral adalah mengemukakan suatu fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian, mengajukan pertanyaan, memberi saran, mengemukakan pendapat, wawancara, diskusi dan interupsi.
Berdasarkan pengamatan atau observasi pendahuluan yang peneliti lakukan, ditemukan bahwa siswa SMAN 2 Madiun   dalam melaksanakan diskusi kelas jarang sekali mengemukakan pendapat, mengajukan pertanyaan, apalagi mengajukan saran. Karena aktivitas siswa yang rendah itu, hasil belajar yang diperoleh juga menjadi rendah. Hal ini dapat kita lihat dari nilai rata-rata hasil ujian semester 1 kelas XI – IA - 3 tahun pelajaran 2006/2007
Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain rendahnya perhatian siswa dalam mengikuti pelajaran Matematika. Guru sering memberikan pelajaran dalam bentuk ceramah dan tanya-jawab, sehingga siswa tidak terangsang untuk mengembangkan kemampuan berfikir kreatif.
Berdasarkan pengalaman yang peneliti hadapi di dalam proses pembelajaran Matematika yang tidak aktif maka peneliti berusaha mencarikan model pembelajaran lain, sehingga pembelajaran lebih bermakna dan lebih berkualitas. Model pembelajaran yang akan peneliti coba untuk melakukannya adalah model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw. Ketertarikan peneliti mengambil model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, karena peneliti melihat dalam model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw semua anggota kelompok diberi tugas dan tanggungjawab, baik individu maupun kelompok. Jadi, keunggulan pada pembelajaran kooperatif Jigsaw dibanding dengan diskusi yaitu seluruh anggota dalam kelompok harus bekerja sesuai dengan tugas yang diberikan, sebab tugas itu ada yang merupakan tanggung jawab individu dan ada pula tanggung jawab kelompok. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini peneliti mengambil sebuah judul yaitu: “Upaya Peningkatan Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Matematika materi suku banyak dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw”. Dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw di SMAN 2 Madiun  , diharapkan aktivitas siswa meningkat.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:
1.       Siswa kurang memperhatikan dalam pembelajaran.
2.       Siswa kurang berani dalam mengemukakan pendapat.
3.       Adanya siswa beranggapan bahwa dalam belajar kelompok tidak perlu semua bekerja.
4.       Adanya siswa yang suka membicarakan hal lain, yang tidak berhubungan dengan tugas kelompok.
5.       Tanggung jawab siswa terhadap tugas masih rendah.
6.       Adanya anggota kelompok yang tidak mau menerima pendapat teman.

C.      Pembatasan Masalah
Sesuai dengan kemampuan waktu dan tenaga yang peneliti miliki, maka peneliti memberi batasan masalah:
1.       Siswa kurang berani dalam mengemukakan pendapat.
2.       Tanggung jawab siswa terhadap tugas masih rendah.
3.       Motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran kurang.

D.      Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah yang telah ditetapkan dalam pembelajaran Matematika  dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1.       Sejauh mana manfaat penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap pembelajaran Matematika ?
2.       Sejauh mana aktivitas belajar siswa dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw?
3.       Sejauh mana pengaruh motivasi terhadap siswa dalam mengikuti pelajaran?

E.      Tujuan Penelitian
Dari latar belakang yang telah dikemukakan maka penelitian ini bertujuan untuk :
1.       Mendapatkan cara yang lebih efektif dalam membelajarkan Matematika  pada materi suku banyak
2.       Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Matematika  khususnya dalam materi suku banyak melalui pembelajaran kooperatif Jigsaw.
3.       Untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Matematika  
Membangkitkan minat siswa untuk menyukai mata pelajaran Matematika  

DAFTAR PUSTAKA
Anton M Mulyono, 2000, Kamus Besar Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka
Depdikbud, 1999, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : Depdikbud
Depdiknas, 2005, Pendidikan Matematika , Kurikulum dan Silabus Pendidikan Matematika , Jakarta : Depdiknas
Depdiknas, 2005, Pendidikan Matematika , Strategi dan Metode Pembelajaran Pendidikan Matematika , Jakarta : Depdiknas
Johnson DW & Johnson, R, T (1991) Learning Together and Alone. Allin and Bacon : Massa Chussetts
Oemar Hamalik, 2001, Proses Belajar Mengajar, Jakarta, P.T., Bumi Aksara
Sardiman, A.M, 2003, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada
Suharsimi Arikunto, 2006, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : Bumi Aksara
Team Pelatih Penelitian Tindakan, 2000, Penelitian Tindakan (Action Research), Universitas Negeri Yogyakarta
Undang-undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, 2003, Jakarta : Depdiknas
Wina Senjaya, 2006, Strategi Pembelajaran Berorientasi Proses Standar Proses Pendidikan, Jakarta : Kencana Prima


Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700

PTK SMA 13 - PENGGUNAAN METODE DRILL DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X H PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA


PENGGUNAAN METODE DRILL DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X H PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN PERSAMAAN KUADRAT DI SMA NEGERI MADIUN SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2005/2006

ABSTRAK


Tujuan Penelitian ini adalah: “Untuk meningkatkan prestasi belajar Matematika khususnya dalam Pokok Bahasan Persamaan Kuadrat dengan menggunakan metode drill pada siswa kelas X H SMA Negeri 1 Madiun Semester I Tahun Pelajaran 2005/2006”
Penelitian ini mengambil lokasi di SMAN 1 Madiun. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan yaitu bulan September 2005 s.d. November 2005. Subyek dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa SMAN 1 Madiun pada kelas X H Tahun Pelajaran 2005/2006 yang berjumlah 37 siswa. Teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi dan wawancara Analisis Data dengan analisis diskripsi kualitatif. Prosedur penelitian dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri pra tindakan dan 2 (dua) siklus
Hasil penelitian: Pada pra siklus siswa yang mencapai KKM (> 67) yaitu 15 dari 37 siswa atau 40,5%. Siswa yang tidak mencapai KKM (< 67) adalah 22 siswa atau 59,5%. Nilai rata-rata adalah 61,76. Siklus I: Siswa yang mencapai KKM  adalah 24 siswa atau 64,9%. Siswa yang tidak mencapai KKM adalah 13 siswa atau 35,1%. Nilai rata-rata adalah 68,27. Siklus II, siswa yang mencapai KKM  adalah 34 siswa atau 91,9%. Siswa yang tidak mencapai KKM  adalah 3 siswa atau 8,1%. Nilai rata-rata adalah 75,03, Pada siklus II ini rata-rata kelas 75,03 dan siswa yang memenuhi KKM sebanyak 91,9%. Peningkatan prestasi ini telah memenuhi indikator keberhasilan penelitian yaitu ketuntasan lebih dari 75% dan rata-rata kelas berada di atas 75. Dengan adanya peningkatan ketuntasan siswa dari siklus I ke siklus II, maka hipotesis yang mengatakan “Penggunaan metode Drill dapat meningkatkan pemahaman dan prestasi belajar siswa kelas X H pada Mata Pelajaran Matematika Pokok Bahasan Persamaan Kuadrat di SMA Negeri 1 Madiun Semester I Tahun Pelajaran 2005/2006”, terbukti kebenarannya.

DAFTAR PUSTAKA


Arifin Zaenal. 1990. Evaluasi Instruksional Prinsip Teknik Prosedur. Bandung : Remadja Rosda Karya

Choiriyah, Siti. 2006. Acuan Pengayaan Matematika. Solo : Sindhunata

Elizabeth B. Hurlock. 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Gelora Aksara Pratama.

Gredler, Margaret E. Ball, 1991. Belajar dan Membelajarkan, Jakarta : Rajawali

Kuntarti, Sulistyono, Sri Kurnianingsih. 2006. Matematika SMA. Untuk Kelas XII Program Ilmu Alam. Jakarta : Gelora Aksara Pratama.

Kusmana Pachrudin, E., 1985, Proses Belajar Mengajar : Azas, Strategi, Metode, Jurusan Pendidikan Dunia Usaha, FPIPS IKIP Bandung.

Madyo Ekosusilo, dan Kasihadi, 2000. Dasar-Dasar Pendidikan, Semarang, Penerbit Effhar Publishing.

Martinis Yamin. H. 2005. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi, Jakarta, Penerbit Gaung Persada Press.

Sriyono, dkk., 1992, Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA, Jakarta, Penerbit Rineka Cipta.

Suryadi, Didi. 1997. Alat Peraga dan Pengajaran Matematika. Jakarta : Ditjen Dikdasmen D2 Karunika UT

UU No. 2 Tahun 1989. Tentang Sistem Pendidikan Nasional

Winkel. W.S. 1987. Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia 



Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700

PTK SMA 12 - PENERAPAN METODE PEMBERIAN TUGAS DALAM UPAYA MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR


PENERAPAN  METODE  PEMBERIAN  TUGAS  DALAM  UPAYA MENUMBUHKAN  MINAT  
BELAJAR  DAN  MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI POKOK
DIMENSI TIGA BAGI SISWA KELAS III IPA 4 SMA NEGERI 1 MADIUN SEMESTER II
TAHUN PELAJARAN 2004/2005


ABSTRAK

Oleh : Dra. Nurul Subandiyah

( Guru Matematika SMA Negeri 1 Madiun )

Alamat : Jl. Mastrip No. 19 Madiun Jawa Timur
Tujuan Penelitian ini adalah yaitu: 1. Melalui metode pemberian tugas dapat menumbuhkan minat belajar matematika pada Materi Pokok Dimensi Tiga bagi siswa kelas III IPA 4 SMA Negeri 1 Madiun Semester II Tahun Pelajaran 2004/2005”. 2. Melalui metode pemberian tugas dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada Materi Pokok Dimensi Tiga bagi siswa kelas III IPA 4 SMA Negeri 1 Madiun Semester II Tahun Pelajaran 2004/2005”.
Penelitian ini mengambil lokasi di SMAN 1 Madiun. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan yaitu bulan Pebruari 2005 s. d. April 2005. Subyek dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa SMAN 1 Madiun pada kelas          III IA 4 Tahun Pelajaran 2004/2005. Teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi dan wawancara Analisis Data dengan menggunakan analisis diskripsi kualitatif. Prosedur penelitian dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri pra tindakan dan 2 (dua) siklus.
Hasil dari Penelitian Tindakan Kelas ini adalah: Pada kondisi awal kelas III IPA 4, hasil evaluasi Materi Pokok Dimensi Tiga, sebanyak 20 siswa atau 55,6% tidak tuntas, sedangkan yang tuntas sebanyak 16 siswa atau 44,4%.          Siklus I: 26 siswa atau 72,2% tuntas, sedangkan 10 siswa atau 27,8% siswa tidak tuntas. Tingkat ketuntasan ini masih di bawah 75% maka diadakan lagi perbaikan pembelajaran dengan siklus II. Ssiklus II adalah keseluruhan siswa sebanyak 36 siswa atau 100% tuntas. Hal ini berarti ada peningkatan terhadap ketuntasan belajar siswa. Ketuntasan 100% yang berada di atas 75% ini menandakan bahwa perbaikan pembelajaran pada siklus II dengan menggunakan metode penugasan telah berhasil. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas tersebut maka dapat untuk menjawab hipotesis tindakan sebagai berikut : 1. Dengan metode pemberian tugas dapat menumbuhkan minat belajar matematika pada Materi Pokok Dimensi Tiga bagi siswa kelas III IPA 4 SMA Negeri 1 Madiun Semester II Tahun Pelajaran 2004/2005” terbukti kebenarannya. 2. Dengan metode pemberian tugas dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada Materi Pokok Dimensi Tiga bagi siswa kelas III IPA 4 SMA Negeri 1 Madiun Semester II Tahun Pelajaran 2004/2005”, terbukti kebenarannya.

 

DAFTAR PUSTAKA



Arifin Zaenal. 1990. Evaluasi Instruksional Prinsip Teknik Prosedur. Bandung : Remadja Rosda Karya

Elizabeth B. Hurlock. 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Gelora Aksara Pratama.

Gredler, Margaret E. Ball. 1991. Belajar dan Membelajarkan, Jakarta : Rajawali

Herman Hudojo, 1990. Strategi Mengajar Belajar Matematika. Malang : IKIP Malang.

Martinis Yamin. H. 2005. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta : Gaung PErsada Pres.

Prasetyawan Irawan, dkk. 1997. Teori Belajar, Motivasi, dan Ketrampilan Mengajar. Jakarta: Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruktisional Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Rini Budiharti. 2001, Strategi Belajar Mengajar. Surakarta :  UNS Press.

Siti Choiriyah. 2006. Acuan Pengayaan Matematika. Solo : Sindhunata

Suprayekti. 2003. Interaksi Belajar Mengajar. Jakarta : Depdiknas Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan,

UU No. 2 Tahun 1989. Tentang Sistem Pendidikan Nasional

Wagiman, 2003. Prioritas Matematika dalam Penerapan Kehidupan 3, Untuk SMA / MA Program IPA. Surakarta : Widya Dita.

Winkel. W.S 1987. Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia  

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700