Tampilkan postingan dengan label Economics. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Economics. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Desember 2012

E-240 ANALIS PENGARUH PELAYANAN DAN KENAIKAN TARIF TERHADAP SIKAP KONSUMEN


ANALIS PENGARUH PELAYANAN DAN KENAIKAN TARIF TERHADAP
SIKAP KONSUMEN PADA PUSKESMAS WONOGIRI I
DI WONOGIRI


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Tujuan perusahaan pada umurnnya untuk mencapai laba. Dalam proses pencarian laba diperlukan strategi-strategi yang harus dipersiapkan oleh perusahaan. Keberhasilan perusahaan dalam mencapai suatu tujuan sangat tergantung pada ketepatan manajemen dalam mengambil keputusan. Tuntutan ini semakin nyata sesuai dengan perkembangan perekonomian dan teknologi. Dengan adanya perkembangan tersebut akan menyebabkan munculnya perusahaan-perusahaan baru yang menghasilkan produk sejenis, sehingga akan mengakibatkan persaingan yang semakin ketat, demikian juga suatu lembaga yang berorientasi pada pelayanan masyarakat maka masyarakat juga ibarat sebagai konsumen.
Oleh sebab itu seorang pimpinan suatu lembaga yang berorientasi terhadap pelayanan dalam usaha mencapai tujuan haruslah mampu melaksanakan fungsi manajemen dengan baik, yaitu meliputi perencanaan, pengkoordinasian, pengorganisasian serta pengawasan. Jadi manajemen mempunyai peranan yang sangat besar dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. Adapun tujuan perusahaan secara umum adalah mencapai laba dengan menggunakan sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan. Untuk merealisir tujuan tersebut strategi bersaing merupakan salah satu fungsi perusahaan yang mampu membantu memasarkan produk-produk yang dihasilkannya.
Dalam menjalankan kegiatan pemasaran untuk menjangkau para konsumen diperlukan pelayanan serta penentuan tarif yang sesuai dengan kemampuan masyarakat. Dalam perkembangan dunia bisnis, persaingan bukanlah suatu hal yang aneh. Perkembangan perusahaan juga tidak lepas dari masalah persaingan. Persaingan dapat mendorong atau menghambat perkembangan suatu perusahaan tergantung dari sifat persaingan itu sendiri. Persaingan yang sehat akan mendorong perkembangan suatu perusahaan. Sebaliknya persaingan yang tidak sehat justru akan menghambat suatu perusahaan. Hal itu disebabkan karena kemampuan suatu perusahaan berbeda dengan perusahaan lainnya, maka strategi bersaing yang dijalankan akan berbeda pula dalam menghadapi persaingan.
Untuk menentukan kebijaksanaan terhadap pelayanan maupun penentuan tarif pada Puskesmas diperlukan kebijakan yang tepat sehingga paia anggota masyarakat yang membutuhkan pelayanan mempunyai kemampuan serta memperoleh pelayanan yang sepadan dengan kemampuannya.
Bertolak dari uraian tersebut di atas penulis mencoba menganalisis pengaruh pelayanan serta kenaikan tarif terhadap sikap masyarakat dalam hal ini konsumen sebagai orang yang dilayani. Selanjutnya penulis dalam meneliti mengambil judul tentang "ANALISIS PENGARUH PELAYANAN DAN KENAIKAN TARIF TERHADAP SIKAP KONSUMEN PADA PUSKESMAS WONOGIRI I DI WONOGIRI ".

B.      Perumusan Masalah
1.       Apakah ada pengaruh yang signifikan antara pelayanan terhadap sikap konsumen PUSKESMAS Wonogiri I di Wonogiri ?
2.       Apakah ada pengaruh yang signifikan antara kenaikan tarif terhadap sikap konsumen PUSKESMAS Wonogiri I di Wonogiri ?
3.       Apakah ada pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara pelayanan dan kenaikan tarif terhadap sikap konsumen pada PUSKESMAS Wonogiri I di Woriogiri?

C.      Tujuan Penelitian
Adapun tujuan,penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.       Untuk mengetahui signifikansi pengaruh pelayanan terhadap sikap konsumen pada PUSKESMAS Wonogiri I di Wonogiri.
2.       Untuk mengetahui signifikansi pengaruh kenaikan tarif terhadap sikap konsumen pada PUSKESMAS Wonogiri I di Wonogiri.
3.       Untuk mengetahui signifikansi pengaruh secara bersama-sama antara pelayanan dan kenaikan tarif terhadap sikap konsumen pada PUSKESMAS Wonogiri I di Wonogiri.

D.      Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan mempunyai kegunaan sebagai berikut :
DAFTAR PUSTAKA

Basu Swastha DH, 1994, Azas-azas Marketing, Liberty, Yogyakarta.

Basu Swastha DH dan T. Hani Handoko, 1997, Manajemen Perusahaan Modern, Liberty, Yogyakarta.

Djarwanto Ps, 1996, Mengenal Beberapa Uji Statistik dalam Penelitian, Liberty, Yogyakarta.

Fakultas Ekonomi UNISRI, 2001, Peraturan Urnum dan Pedoman Penyusunan Skripsi, Fakultas Ekonomi UNISRI, Surakarta.

Koentjaraningrat, 1997, Sekapur Sirih, Tarsito Bandung_

Kotler, Philip, 1991, Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanaan dan Pengendalian, Erlangga, Jakarta.

Radio Sunu, 1986, Marketing Manajemen, BPFE, Yogyakarta. WJ Stanton, 1996, Manajemen Pemasaran, Erlangga, Jakarta.

Zainal Mustafa El Qodri, 1995, Pengantar Statistik Terapan Untuk Ekonomi, BPFE- a UII, Yogyakarta.


Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700

E-149 PENERAPAN BUDGER PRODUKSI SEBAGAI ALAT PERENCANAAAN DAN PENGENDALIAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA


PENERAPAN BUDGER PRODUKSI SEBAGAI ALAT PERENCANAAAN DAN PENGENDALIAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PT. CAHAYA SURYA TUNAS TAPIOKA
DI SONOHARJO WONOGIRI

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Pada umumnya suatu perusahaan didirikan dengan tujuan mencari keuntungan. Keuntungan diperoleh jika pendapatan yang diterima lebih besar dari jumlah biaya keseluruhan yang dipergunakan  untuk memproduksi barang tersebut.
Dalam usahanya untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan menghadapi banyak masalah. Hal ini disebabkan karena pada masa yang akan datang penuh dengan berbagai ketidakpastian. Misalnya apakah persaingan akan semakin ketat ataukah tidak, apakah keadaan usaha dimana stabil ataukah tidak, apakah sumber bahan baku dipasar tersedia cukup banyak ataukah berkurang dan sebagainya. Disamping itu pada masa yang akan mungkin akan banyak alternatif pilihan. Untuk memilih alternatif yang tepat dan untuk memperkirakan keadaan usaha dimana yang akan datang. perusahaan memerlukan perencanaan yang dapat dijadikan sebagai pedoman kerja yang sekaligus sebagai alat koordinasi seta alat pengawasan.
PT. Cahaya Surya Tunas Tapioka adalah suatu perusahaan tepung tapioka yang melaksanakan produksinya aecara terus-menerus (kontinyu). Oleh sebab itu dalam kegiatan produksinya sehari-hari, jumlah barang yang diproduksi harus diperhitungkan agar tidak terlalu banyak perbedaan antara jumlah produksi dan jumlah penjualannya. Jika produksi barang banyak dan penjuahannya sedikit maka barang akan menumpuk di gudang, sedangkan jika permintaan pasar tinggi tetapi produksi sedikit akan terjadi kekurangan barang.
Selain masalah budget (rencana) produksii hal yang tidak kalah pentingnya adal.ah perhitungan harga pokok produksi barang tersebut. Karena harga pokok produksi dipergunakan untuk menentukan harga pokok produksi. Kesalahan dalam menghitung harga pokok produk akan dapat merugikan perusahaan. Misalnya jika harga pokok produk ditetapkan terlalu rendah sehingga harga jual rendah maka perusahaan akan rugi. Tetapi jika harga ditetapkan terlalu tinggi maka ada kemungkinan konsumen akan beralih ke produk yang dihasilkan oleh pesaing.
Berdasarkan alasan tersebut diatas maka penulis mengambil judul "PENERAPAN BUDGET PRODUKSI SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PT. CAHAYA SURYA TUNAS TAPIORA DI SOT3OHARJO G70NOGIRI ".

B.      Perumusan Masalah
Rencana yang telah ditetapkan agar dapat tercapai dengan baik maka diperlukan kegiatan pengendalian. Suatu rencana harga pokok produksi diperlukan perencanaan serta pengendalian terhadap unsur-unsur harga pokok produksi yang merupakan unsur dari biaya produksi, yeitu Biaya bahan mentah, biaya tenaga kerja maupon Biaya overhead pabrik. Dengan penetapan budget produksi maka diharapkan, suatu perusahaan dapat merencanakan serta mengendalikan biaya produksi maaka harga pokok produksi dapat terkendali juga. Dalam penetapan budget produksi masih banyak perusahaan melakukan budget produksi yang kurang baik, begitu juga perusahaan tepung tapioka PT Biaya Surya Tunas Tapioka dalam penetapan budget produksi masih kurang baik, sehingga dapat merugikan perusahaan. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut diatas maka dapat disusun perumusan masalah sebagai berikut:
“Apakah dengan penyusunan budget produksi dapat dipakai sebagai dasar kebijaksanaan penentuan barge pokok produksi pada perusahaan Tepung Tapioka PT. Cahaya Snrya Tunas Tapioka.

C.      Tujuan Penelitian
Adapun beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam penelitan ini adalah:
1.       Untuk mengetahui apakah dengan bndget produksi dapat dipakai sebagai kebijaksanaan penentuan harga pokok produksi pada perusahaan Tepung Tapioka PT Cahaya Surya Tunas Tapioka ?
2.       Untuk mengetahui kebiOaksanaan perwahaan dalam menialankan usahanya

D.      Kegunaan Penelitian
Dari berbagai masalah dan tyinan dalam penelitian ini 3eperti yang telah dikemukakan, maka penelian ini diharapkan berguna untuk:


DAFTAR PUSTAKA

Agus Ahyari, 1988, Anggaran Perusahaan, Bagian Penerbiatan Fakultas EkonomiUGM, Yogyakarta.

Bambang Riyanto, 1984, Dasar- Dasar Pembelajaran Perusahaan, Yayasan Badan Penerbitan Gajah mada, Yogyakarta.

Gunawan Adisaputra dan marwan Asri, 1992, Anggaran Perusahaan, Bagian Penerbiatan Fakultas Ekonomi UGM, Yogyakarta.

Indriyo Gito Sudarman, 1994, Sistem Perencanaan dan pengendalian Produksi, Bagian penerbiatan Fakultas Ekonomi UGM, Yogyakarta.

M. Munandar, 1992, Buidgeting, Bagian Penerbiatan Fakultas Ekomoni UGm, Yogyakarta

Mulyadi, 1992, Akuntasi Biaya, Penemtuan Harga Pokok dan Pengendalian Biaya, bagian penerbiatan STIE YKEU, Yogyakarta

Supriyono, 1992, Akuntansi Biaya, Pengumpulan dan Penentuan Harga Pokok, BPFE UGM, Yogyakarta.

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700

E-78 PENGGUNAAN ECONOMIC ORDER QUANTITY UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PERSEDIAAN


PENGGUNAAN ECONOMIC ORDER QUANTITY UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PERSEDIAAN PADA PT IPM

BAB I
PENDAHULUAN

1.       Masalah dan Latar Belakanggnya
Bagi perusahaan memperoleh labor atau paling tidak memeprtahankan kelangsungan operasi perusahaan merupakan tujuan utama. Untuk mencapai tujuan tersebut hares diperhatikan dan dipertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi efecienci serta efektifitas perusahaan.
Masalah peningkatan efisienci sangat diperlukan oleh perusahaan untuk mengatasi persaingan yang ketat , yaitu dengan cara mempertahankan jumlah persediaan yang optimum yang dapat menjamin kebutuhan bagi kelangsungan proses perusahaan dalam jumlah yang tepat serta dengan harga yang serendah-rendahnya.
Untuk menunjang produksi, disamping manusia atau tenaga kerja, mesin-mesin atau perlengkapan dan modal diperlukan bahan baku atau material sehingga manajemen dapat mengatur dan bekerja bersama-sama untuk dapat menghasilkan wujud yang maksimal dengan pengorbanan yang seminimal mungkin. Demikian juga dengan pengaturan persediaan pihak majemen mengusahakan agar diperoleh pengetahuan yang minim tanpa menganggu komoditas produksi.
Sehubungan dengan itu perlu diadakan suatu study yang dapat mementingkan:
a.       Adanya suatu rencana pembeliaan bahan baku selama satu periode atas dasar pesanan produksi, sehingga tidak terjadi persediaan yang tidak sesuai dengan kebutuhan produksi.
b.       Penentuan persediaan bahan baku yang paling ideal bagi perusahaan sehingga jumlah persediaan tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
c.        Tidak terjadinya kekurangan stock bahan yang dapat rnenaaki.batkan terhambatnya produksi yang akhirnya kesemaatan untuk memperoleh pendapatan akan terlewatkan selama masa terganggunya produksi.
d.       Biaya yang ditimbulkan oleh proses produksi dapat ditelusuri dan diperhitungkan dengan jelas karena dapat dihetahuii dengan besar hecilnya persediaan bahan baku yang dimiliki oleh perusahaan.
e.        Rendahnya tingkat persediaan barang, baik berupa bahan baku, barang dalam proses, maupun barang jadi. Hal ini dilahirkan untuk menekan biaya persediaan dalam perusahaan.
Mengingat hal-hal tersebut di atas dipandang perlu untuk mencari langkah -langkah agar masalah tersebut dapat dipecahkan, misalnya penentuan besarnya persediaan bahan baku yang paling menguntungkan bagi perusahaan sehingga dapat dicapai biasa persediaan bahan baku yang seminimal. Untuk itu perusahaan perlu menggunakan pengelolaan persediaan yang tepat.
Menurut Albert Battersby dengan bukunya yang berjudul A Guide To Stock Control yang di terjemahkan oleh Lembaga Pendidikan Dan Pembinaan Manajemen yang berjudul Manajemen Produksi, disebutkan ada tiga sub sistem manajemen persediaan yaitu :
-          Sub system Economical order quantity
-          sub sistem reorder point
-           sub sistem safety stock
Ketiga sub sistem ini digunakan untuk mendapatkan persediaan bahan baku yang sesuai dengan frekwensi pesanan, dengan tujuan untuk rnenentukan jumlah pesanan yang ekonomis.

2.       Identifikasi masalah
Dari uraian tersebut diatas, untuk dapat meningkatkan efficiensi pengelolahan persediaan dengan menggunakan sistem manajemen persediaan , terdapat beberapa masalah sebagai berikut :
a.                 Menentukan jumlah persediaan setiap kali melakukan pesanan. dan berapa kali dilakukan pesanan, dan berapa kali dilakukan pernesanan selama satu periode.
b.                 Menentukan saat persediaan diatas safety stock atau saat titik dimana harus diadakan pesanan-pesanan lagi, sehingga kedatangan atau penerimaan bahan baku tepat pada waktunya
c.                 Menentukan jumlah persediaan yang harus dipertahankan untuk dapat melinduingi kemiskinan terjadinya kelsurangan bahan baku sebelum pesanan yang baru diterima.

3.       Pembatasan Masalah
Di dalam pembahasan sebelumnya ternyata ada beberapa masalah yang berhubungan denggan penentuan economic order quantity. Tetapi pembahasan ini akan dibatasi mengenai penentuan besarnya pembelian bahan baku setiap kali pembelian untuk mendapatkan baiaya pembelian dan biaya penyimpanan yang minimal. Juga akan dilihat beberapa su system lainnya yang berkait den.gan sistem manajemen Dersediaan.

4.       Hipotesa
Dalam melakukan penelitian ini dikemukalsan praduga sementara. Karena praduga ini tidak dapat berdiri sendiri dan, terkait derlgari banyak. faktor yangg lain malsa dibutuhkan beberapa persyaratan tertentu agar sasaran penelitian dapat tercapai, adalah sebasai berikut .
a.       Harga pembelian bahan bahu relatif stabil.
b.       Bahan baku selalu tersedia di pasar dan dapat dibeli setiap saat.
c.       Jumlah produksi selama satu periode terhadap pengunakaan bahan baku relatif stabil.
d.       Biaya pemesanan setiap kali pemebelian telah dapat ditentukan.
e.       Biaya penyimpanan dan pemeliharaan di gudang dapat ditentukan
Dari beberapa persyaratan tersebut , dapat dietntukan jumlah kuantitas barang yang dapat diperoleh dengan biaya yang minimal. Berdasarkan teori tersebut, maka dapat dikembangkan praduga sementara bahwa apabila perusahaan menggunakan economic order quantity dalam mengelolah persediaan maka efisienci dapat ditingkatkan.


5.       Tujuan dan implikasi
Penelitian ini dimaksudkan iantuk memperoleh data pada suatu perusahaan bagaimana cara mengelolah persediaan, dengan menggunakan eqonomic order quantity, juga dilihat cara penentuan reorder point dan safety stock yang berkaitan dalam ranJka penentuan eqonomic order quantity.
Apabila tujuan penelitian telah diketahui dan dipelajari maka akan membantu perusahaan sebagai bahan masukan dalam mengelolah persediaan dan memperbaiki system yang ada diwaktu yang datang, juga untuk menambah bahan-bahan

6.       Sistimatika Pembahasan
Karya tulis akhir ini dibaca dalam 5 bab dengan pokok pembahasan masing-masing, bab adalah sebagai berikut .
DAFTAR PUSTAKA

Al. Haryono Jusup, "Dasar - Dasar Akuntansi", Penerbit Bagian Penerbitan Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta tahun 1982.

Battersby , Albert., "A Guide To Stock Control" terjemahan oleh Lembaga Pendidikan Dan Pembinaan Manajemen tahun 1981.

Bambang Riyanto , "Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan" , Penerbit Yayasan Badan Penerbit Gajah Mada Yobyakarta tahun 1981.

Hendriksen, Eldon- S. ,":lccounting Theory" terjemahan oleh W. Nugroho , Penerbit Erlangga Jakarta tahun 1982.

Ikatan Akuntan Indonesia, "Prinsip Akuntansi Indonesia" tahun 1984.

Magee - Boodmen , "Production Planning And Inventory Control" terjemahan oleh Lembaga Pendidikan Dan Pembinaan Manajemen tahun 1981.



Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700

E-38 EVALUASI SYSTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PENJUALAN KREDIT STUDY KASUS PADA


EVALUASI SYSTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PENJUALAN KREDIT STUDY KASUS PADA PT. SUN STAR MOTOR
DI SURAKARTA

BAB I

1.1.    Latar belakang masalah
Pada masa sekarang ini berbagai macam cara dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan volume penjualan. Selain dengan mengintensivkan promosi, perusahaanpun mulai mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang diperkirakan akan dapat menaikkan volume penjualan, seperti menerap ken sistem penjualan secara kredit. Kebijakan kredit ini juga akan membantu perusahaan dalam menambah pelanggan dan daerah pemasaran.
Pihutang sangat berpengaruh dalam kehidupan perusahaan yang melaksanakan kebijakan kredit, sehingga perlu dikelola den dikendalikan dengan baik.
Penjualan kredit tidak segera menghasilkan penerimaan kas, tetapi menimbulkan pihutang langganan, den barulah kemudian pada hari jatuh temponya terjadi terha dap aliran kas masuk (cashflows) yang berasal dari pengumpulan pihutang tersebut.[1]
Untuk dapat bersaing terutama dengan perusahaan sejenis, perusahaan selalu berusaha untuk dapat melebar ken jangkauannya dengan mencari pelanggan-pelanggan baru. Bagi perusahaan yang menetapkan sistem penjualan secara kredit harus dapat menetapkan syarat kredit yang mampu menarik minat pelanggan baru, Meskipun nantinya perusahaanpun akan mengeluarkan biaya tambahan untuk dapat melaporkan pihutang-pihutang tersebut.
Politik penjualan kredit yang agresif akan dapat merangsang minat calon konsumen untuk membeli barang. Hal in dikarenakan calon konsumen akan dimungkinkan untuk memakai dan menikmati kegunaan barang yang dibelinya tanpa harus mengeluarkan uang yang besar pada saat membeli, sehingga dapat menikmati sekarang juga dengan membayar dikemudian hari.[2]
Dalam hal menarik pelanggan baru, jika perusahaan menjual secara kredit hanya kepada pelinggan yang kuat saja maka perusahaan akan menanggung resiko yang sedikit saja disebabkan oleh pihutang yang tidak dapat ditagih (bad debts). Akan tetapi jika perusahaan tidak menjual kepada pelanggan kecil maka mungkin sekali perusahaan akan kehilangan penjualan, dan laba yang tidak jadi diterimanya dari penjualan yang hilang ini mungkin lebih besar daripada biaya yang dihindarinya.
Bagi perusahaan yang sebelumnya menjalankan kebijakan penjualan tunai dan kemudian beralih pada kebijakan penjualan penjualan kredit, maka akan sangat terasa bahwa total penjualan akan mengalami peningkatan, yang berarti pula terjadi peningkatan penerimaan.
Namun demikian perusahaan haruslah selalu mengawasi perkembangan dari kebijakan penjualan secara kredit yang telah ditetapkan. Bagi seorang manajer kredit, informasi-informasi yang berhubungan dengan kebijakan tersebut mutlak diperlukan agar kebijakan tersebut dapat selalu dikendalikan.
Evaluasi sistem pengendalian intern terhadap pihu­tang merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan yang menjual produk secara kredit, sedangkan manajemen pihutang terutama menyangkut masalah pengendalian pembe rian dan pengumpulan pihutang, dan evaluasi terhadap politik kredit yang dijalankan oleh perusahaan.
Salah satu hal yang dapat membuktikan apakah perusahaan yang menganut kebijakan kredit tersebut telah mengevaluasi sistem pengendalian intern terhadap pihutang secara evisien adalah dilihat melalui ratio perputaran pihutangnya dan melalui hari rata-rata pengumpulan pihutangnya. Tinggi rendahnya ratio perputaran pihutang mempunyai efek yang langsung terhadap besar kecilnya modal yang diinvestasikan dalam pihutang. Makin tinggi rationya berarti makin cepat perputaran pihutangnya sehingga modal yang harus diinvestasikan kecil. Sebaliknya jika rationya rendah berarti perputaran pihutangnya lambat sehingga akan menyebabkan modal yang harus diinvestasikan menjadi besar.
Begitu pula bila kita lihat hari rata-rata pengumpulan pihutangnya. Bila hari rata-rata tersebut lebih besar daripada periode kredit yang telah ditetapkan oleh perusahaan berarti bahwa cara pengumpulan pihutangnya kurang efisien. Atau bisa juga berarti banyak pelanggan yang tidak memenuhi syarat pembayaran yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Kedua hal tersebut di atas dapat merupakan kriteria penjualan.
Apabila perusahaan tidak segera mengambil langkah- langkah  untuk mengendalikan keadaan tersebut maka perusahaan akn menderita kerugian. Disinilah peran sistem pengendalian intern terhadap pihutang diperlukan untuk lebih aktif, untuk mengatasi keadaan-keadaan seperti tersebut di atas.
Bertitik tolak dari permasalahan tersebut diatas maka dalam penyusunan skripsi ini penulis mengambil judul "EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PENJUALAN KREDIT" (Studi kasus pada PT. SUN STAR MOTOR, Jl. Kolonel Sutarto, No. 19, Solo).

1.2.    Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas dapat diambil kesimpulan bahwa dengan dilaksanakannya tindakan pengendalian diharapkan manajemen dapat mengatur dan membatasi kegiatan perusahaan sedemikian rupa sehingga pelaksanaannya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Adapun unsur pokok sistem pengendalian intern, yaitu:
1.       Struktur organisasi yang memisahkan tanggungjawab fungsional secara tegas.
2.       Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan dan biaya.
3.       Praktek yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi.
4.       Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggungjawabnya.
Didalam perusahaan, penjualan merupakan komponen utama kelancaran usaha. Untuk mengatasi terjadinya kesalahan dan kecurangan dalam sistem penjualan kredit dan penagihan pihutang, perlu adanya evaluasi sistem pengendalian intern.
Oleh karena itu masalah dalam penelitian ini adalah apakah SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PENJUALAN KREDIT yang diterapkan dalam PT. SUN STAR MOTOR, Jl. Kolonel Sutarto. No. 19, Solo sudah efektif ?

1.3.    Penbatasan Masalah
Karena begitu luasnya obyek penelitian dan akan memerlukan waktu yang tidak sedikit serta terbatasnya kemampuan yang ada pada penulis, maka pembahasan akan dibatasi hanya pada masalah pengujian kepatuhan penjualan kredit dan penagihan pihutang dengan menggunakan stop-or-go sampling dengan maksud untuk menghindari pengambilan sample yang terlalu banyak. Pengambilan sample ditentukan secara sistematis sehingga tidak ada sample yang terambil lebih dari satu kali.

1.4.    Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
DAFTAR PUSTAKA

Bambang Riyanto. 1984, Dasar-Dasar Pembelanjaan (Perusahaan Yayasan Penerbit GAMA,  Yogyakarta).

Indriyo. 1981, Manajemen Keuangan (Balai Penerbit Fakultas Ekonomi UGM, Yogyakarta).

Mulyadi, Pemeriksaan Akuntansi, (Yogyakarta Bagian Penerbit Stie YKPN, 1992).

Mulyadi, System Akutansi , (Yogyakarta Bagian Penerbit Pusat Antara Siversitas, UGM, 1993)

Mulyadi, System Akuntansi, (Yogyakarta Bagian Penerbit Stie YKPN, 1993).

Ruchyat Kosasih, Auditing Prinsip Prinsip Dan Prosedur (Yogyakarta) : Penerbit Ananda, 1984.


Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700


E-26 ANALISA LABA KOTOR SEBAGAI DASAR EVALUASI KEBIJAKSANAAN PENETAPAN PERSEDIAAN PADA


ANALISA LABA KOTOR SEBAGAI DASAR EVALUASI
KEBIJAKSANAAN PENETAPAN PERSEDIAAN
PADA PT. PANCAMAS JAYAPRAKARSA
DI SURAKARTA

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Dalam setiap perusahaan terjadi transaksi-transaksi yang merubah komposisi harta benda maupun kewajiban-kewajiban perusahaan. Tiap saat mungkin terjadi pembelian bahan baku. untuk proses produksi ataupun penjualan yang akan terjadi. Pimpinan perusahaan yang akan mengambil keputusan untuk bermacam-macam tujuan meemrlukan data- data antara lain : harga jual, perhitungan harga pokok penjualan, jumlah persediaan ba.rang dan sebagainya.
Percobaan yang berkembang selalu mengalami perubahan karena adanya transaksi-transaksi yang bisa merubah komposisi hartaa benda maupun kewajiban perusahaan. Perkembangannya diharapkan ke arah yang menguntungkan na.mun ada kalanya harapan perusahaan untuk meningkatkan keuntungan sesuai dengan tujuan perusahaan tidak tercapai bahkan sebaliknya dapat nenurunkan keuntungan perusahaan. Perusahaan yang menurun keuntungannya merupakan suatu resiko apabila nanajemen tidak dapat meminit finansial dengan baik, maka ini akan merugikan bahkan akan mempengaruhi pengambilan keputusan supaya keputusan yang nantinya mengambil akan lebih menguntungkan dimana yang akan datang.
Dalam hubungannya dengan laporan tersebut managemen adalah orang dalam yang dapat memakai data apapun dalam perusahaan untuk kepentingan perusahaan maka disebut analisis intern.
Persediaan juga merupakan modal kerja yang perlu diperhatikan oleh managemen secara khusus dan terus menerus karena persediaannya yang dimiliki dapat dijual perusahaan secara langsung atau melalui proses produksi dalam sirkulasi operasional perusahaan.
Laporan Rugi Laba akan dibuat agar perusahaan dapat melihat seberaa besar keuntungan yang didaat oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Laba Bersih perusahaan dipengaruhi oleh perubahan laba kotor sedang perubahan 1aba kotor dapat dianalisaa untuk mengetahui sebab-sebab perusahaan yang member keuntungan ataupun tidak memberi keuntungan bagi perusahaan, sebagai kesimpulan dan dasar untuk tindakan yang diambil pada periode tertentu.
Perubahan laba kotor disebabkan 2 faktor
1.       Perubahan Hasil Penjualan
Besar kecilnya hasil penjualan dipengaruhi oleh kwantitas maupun volume produk yang dapat dijual dan harga jual per satuan produk. Maka perubahan laba kotor karena adanya perubahan hasil penjualan disebabkan:
a.       perubahan harga jual per satuan produk
b.       perubahan kwantitas atau volume Yang dijual
2.       Perubahan Harga Pokok Penjualan
Ini sangat dipengaruhi oleh kwantitas produk yang dijual dan harga pokok per satuan (rata-rata) produk yang dijual atau dihasilkan oleh sebab itu perubahan laba kotor disebabkan perubahan harga penjualan karena adanya :
a.       perubahan harga pokok rata-rata persatuan
b.       perubahan kwantitas atau volum produk yang dijual.[1]
Dengan adanya perbandingan antara dua laporan rugi laba dari suatu perusahaan dari periode yang berbeda akan dapat diketahui perubahan (kenaikan atau penurunan) laba kotor dimana ini dapat dilihat dari perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Mengingat dewasa ini persaingan antar perusahaan dalam menawarkan barang atau jasa sangat tinggi, sehingga menuntut perusahaan lehih cermat dalam menentukan harga jual mauppn biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan bisa seefisien mungkin.

B.      Pokok Permasalahan
Telah diketahui hahwa analisaa laba kotor adalah sebagai salah satu dasar kebijaksanaan yang dipakai manajer untuk mengelola perusahaan. Turunnya volume harga pokok penjualan belum tentu menguntungkan apabila turunnyaa volume penjualan lebih besar dari volume harga pokok penjualan. Begitu juga naiknya volume penjualan belum tentu menguntungkan apa.bila tingkat kenaikan harga pokok  adalah relative lebih besar.
Dalam analisaa laba kotor tersebut dapat dilihat apakah selisih laba kotor tersebut menguntungkan atau merugikan sehingga dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan menyebabkan :
1.       Kebijaksanaan apa yang ditetapkan perusahaan dalam menentukan besarnya persediaan.
2.       Seberapaa besa.r laba kotor yang dicapai oleh perusahaan berkaitan dengan kebijaksanaan yang ada.
3.       Dari selisih laba kotor yang terjadi apakah menyebabkari selisih yang menguntungkan atau merugikan.

C.      Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian :
1.       Untuk mengetahui kebijaksanaan perusahaan dalam menentukan besarnya persediaan.
2.       Untuk niercgetahui besarnya laba kotor yaag dapat dicapai perusahaan terkait dengan kebijaksanaan yang ada.
3.       Untuk mengetahui selisih labaa kotor yang teriadi apakah menyebabkan selisih yang menguntungkan atau merugikan.

D.      Kegunaan Penelitian
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik dari segi akuntansi biaya ataupun dari segi pembelanjaan yang dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dari perusahaan dan menentukan kebijakan persediaan untuk masa yang akan datang agar laba kotor yang dapat cukup baik.
DAFTAR PUSTAKA

Al Haryono Yusuf, Dasar-Dasar Akuntansi Yogyakarta, FE UGM, : Penerbit Liberty, Jilid 2, Edisi 2, 1997.

Abdul Halim, Dasar-Dasar Akcrntansi, Yogyakarta : BPFE-UGM, 1995.

Djarwanto PS, Pokok-Pokok Metnde Riset dan Bimhingan Teknik Penulisan Skripsi, Yogyakarta . Penerbit Liberty, 1989.

D. Hartanto, Akuntansi Ilntulr Usahawan, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi VI, 1981.

Harnanto, Akuntansi Biaya Untuk Perhi tungan HPP, Yogyakarta : FE UGM, Edisi 1, 1992.

J. Munawir, Analisa Laporan Keuangan, Yogyakarta : Penerbit Liberty, 1981.

Mulyadi, Akuntansi Biaya, Yogyakarta : Penerbit Aditya Media, 1999.

Zaki Baridwan, Akuntansi Intermediate, Yogyakarta : BPFE UGM, Edisi 7, 1992.



Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700


Selasa, 11 Desember 2012

E- 72 PERKEMBANGAN INDUSTRI KECIL KACANG ASIN BOGARES TAHUN 2001-2005 DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA LOKAL


PERKEMBANGAN INDUSTRI KECIL KACANG ASIN BOGARES TAHUN 2001-2005 DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA LOKAL
DI DESA BOGARES KIDUL KECAMATAN PANGKAH
KABUPATEN TEGAL

BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang Masalah
Tahapan-tahapan untuk mewujudkan sasaran dalam bidang ekonomi Pelita IV PJP ke II, yaitu penataan dan pemantapan industri nasional yang mengarah pada penguatan, pendalaman, peningkatan perluasan dan penyebaran industri keseluruh wilayah Indonesia. Dewasa ini perhatian terhadap industri kecil di tanah air semakin besar. Secara yuridis formal usaha kecil termasuk di dalamnya usaha usaha non formal dan tradisional telah mendapatkan tempat dan memiliki landasan berpijak yang kuat, karena secara resmi telah dicantumkan dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).
Dibidang ekonomi sasaran pokok yang hendak dicapai dalam pembangunan jangka panjang adalah terciptanya keseimbangan antara pertanian dan industri serta perubahan-perubahan fundamental dalam struktur ekonomi Indonesia, sehingga produksi yang berasal dari luar pertanian menjadi bagian yang semakin besar dan industri menjadi tulang punggung ekonomi. Dengan memperhatikan sasaran pembangunan tersebut maka pembangunan industri memiliki peranan yang sangat penting. Industri bukan saja harus semakin ditingkatkan tetapi harus mampu meningkatkan rangkaian proses produksi industri untuk memenuhi kebutuhan. (Kansil, 1986:4)
Hal diatas menunjukan betapa besar peran industri kecil dalam pembangunan diantaranya:
1.       Industri kecil memberikan lapangan kerja pada penduduk pedesaan yang pada umumnya tidak bekerja secara rutin.
2.       Industri kecil memberikan tambahan pendapatan bukan saja untuk pekerja, tetapi juga anggota keluarga dan anggota masyarakat.
3.       Dalam hal tertentu industri kecil memproduksi barang-barang keperluan penduduk setempat secara lebih efisien dan lebih murah dibanding dengan industri menengah dan besar. (Mubyarto,1983:216)
Industri-industri di Indonesia dewasa ini dalam perkembangannya mengalami peningkatan, dan sudah mulai berjalan seperti yang diharapkan. Tetapi bukan berarti industri-industri di Indonesia tidak mengalami hambatan, terutama pada industri kerajinan rumah tangga dan industri kecil. Hambatan-hambatan yang dialami industri rumah tangga dan industri kecil bukan berarti menjadikan sektor industri kecil tidak mengalami perkembangan atau tidak berproduksi sama sekali. (Bangun, 1989:21)
Pertambahan penduduk di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasil sensus penduduk pada tahun 1990, jumlah penduduk di Indonesia 179,4 juta jiwa dan pada tahun 1995 naik menjadi 194,8 juta jiwa atau naik sebesar 1,7%. Sedangkan menurut proyeksi berdasarkan supas (survei penduduk antar sensus 1999) jumlah penduduk tahun 1999 mencapai sekitar 206,5 juta jiwa, jika dibandingkan dengan proyeksi tahun 1998 naik sebesar 1,04% (BPS,1999:33). Hal ini tentu membawa konsekuensi masalah ketenagakerjaan terutama pengangguran, sehingga perlu suatu kebijaksanaan untuk mengatasi masalah pengangguran ini.
Permasalahan tersebut perlu diatasi dengan usaha perluasan lapangan pekerjaan khususnya untuk daaerah pedesaan, mengingat sebagian penduduk Indonesia masih bertempat tinggal di pedesaan. Hasil survei tahun 1999 menunjukan bahwa jumlah penduduk Indonesia yang bertempat tinggal di perkotaan sekitar 79.946.716 jiwa, sedang yang di pedesaan mencapai 126.553.284 jiwa, artinya sekitar 61,28% penduduk Indonesia masih bertempat tinggal di pedesaan. (BPS,1999:34)
Sejak dahulu Desa Bogares Kidul telah berdiri industri rumah tangga kacang asin bogares. Adanya industri tersebut dikarenakan ada faktor pendorongnya yaitu tersedianya bahan baku (kacang) dalam jumlah yang melimpah serta ketrampilan yang didapat secara turun temurun dari nenek moyang mereka.
Kacang asin bogares merupakan makanan kecil khas Tegal. Dengan kualitas kacang yang baik dengan ditambah bumbu garam dan digoreng dengan menggunakan pasir maka menjadikan kacang asin ini bila dimakan akan terasa renyah dan gurih. Kacang asin khas Bogares tidak seperti kacang asin yang diperjualbelikan di daerah-daerah lain karena kacang asin ini masih ada kulit arinya dan di goreng dengan menggunakan pasir.
Desa Bogares Kidul sebagai sentra pembuatan kacang asin bogares sehingga menjadikan desa ini mampu menyerap tenaga kerja yang cukup besar jumlahnya hingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dan menjadikan Desa Bogares Kidul menjadi terkenal di derah-daerah lain khususnya di wilayah Kabupaten Tegal dan Kota Tegal.
Perkembangan industri kecil kacang asin bogares dari tahun 2001-2005 mengalami penurunan, baik dari bahan baku, modal maupn jumlah produksi meskipun ada peningkatan pada daerah pemasaran tetapi belum bisa menjangkau secara merata ke daerah lain. Perkembangan teknologi yang masih sederhana sehingga jumlah produksi kacang asin masih kurang memenuhi kebutuhan pasar.
Atas dasar pemikiran tersebut maka diadakan penelitian dengan judul “Perkembangan Industri Kecil Kacang Asin Bogares Tahun 2001-2005 dan Kontribusinya Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Desa Bogares Kidul Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal”

1.2    Perumusan Masalah
Masalah merupakan suatu hal yang timbul karena adanya tantangan, kesangsian dan kebingungan kita terhadap suatu hal atau fenomena, baik yang telah ada atau akan ada. Berkenaan dengan uraian diatas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah:
1.       Bagaimana perkembangan industri kecil kacang asin bogares di desa Bogares Kidul Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal tahun 2001-2005?
2.       Seberapa besar kontribusi industri kecil kacang asin bogares terhadap penyerapan tenaga kerja lokal?
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 1993. Prosedur Penetian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rhineka Cipta.

Ashari, Saleh.J. 1986. Industri Kecil Sebuah Tinjauan dan Perbandingan. Jakarta: Rineka Cipta.

Bangun, Darwin. 1989. Managemen Industri Perusahaan. Jakarta: Depdikbud.

Bintarto, R. 1989. Buku Geografi Sosial. Yogyakarta: UP Spring  

BP-7 Pusat. 1994. Bahan Penataran GBHN. Jakarta: BP-7

BPS. 2001. Jateng Dalam Angka 2001. Semarang. BPS

Budiharjo, 1997. Kutipan Skripsi Dengan Judul “Faktor-Faktor Penghambat Perkembangan Gerabah di Desa Bumirejo Kecamatan Lendah Kabupaten Kulonprogo”.

Daljoeni N. 1992. Geografi Baru, Organisasi Keruangan Dalam Teori dan Praktek. Bandung: Alumni.

Depdikbud, 1992. Pengantar Ilmu Ekonomi Perusahaan Modern. Jakarta: Balai Pustaka.

Djojohadikusumo, Sumitro. 1995. Ekonomi Pembangunan. Jakarta: Pembangunan.

Irawan, Suparmoko. 1992. Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
 DAFTAR ISI HANYA SEBAGIAN

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700