Tampilkan postingan dengan label PTK SMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PTK SMA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Agustus 2016

KODE PTK SMA 107 = Pd 842 : Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dalam Menyelesaikan Soal-soal Jurnal Penyesuaian Melalui Implementasi Pembelajaran Kooperatif Dengan Tutor Sebaya Pada Siswa Kelas X Akuntansi Sekolah Menengah Kejuruan XXX Tahun Ajaran 2011/2012

KODE PTK SMA 107 = Pd 842 : Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dalam Menyelesaikan Soal-soal Jurnal Penyesuaian Melalui Implementasi Pembelajaran Kooperatif Dengan Tutor Sebaya Pada Siswa Kelas X Akuntansi Sekolah Menengah Kejuruan XXX Tahun Ajaran 2011/2012

ABSTRAK


Dalam melakukan proses pembelajaran guru dapat memilih dan menggunakan beberapa metode mengajar. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan materi jurnal penyesuaian, 2) Untuk mengetahui pemahaman siswa tentang materi jurnal penyesuaian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindak kelas. Upaya pemecahan asalah dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan langkah – langkah sebagai berikut : (1) Perencanaan tindakan, (2) Pelaksanaan tindakan, (3) Pengamatan dan (4) Refleksi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan dokumentasi. Analisis data dari penelitian ini dengan cara deskripsi kualitatif yaitu dengan cara menganalisis data perkembangan siswa dari siklus I sampai siklus II. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa pokok bahasan jurnal penyesuaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum tindakan didapat hasil belajar siswa yang dinyatakan tuntas sebesar 27,9 % atau 12 siswa dan yang dinyatakan belum tuntas sebesar 72,1 % atau 31 siswa, pada siklus I meningkat yang dinyatakan tuntas sebesar 51,2 % atau 22 siswa dan 48,8 % attar 21 siswa dinyatakan belum tuntas, dan pada siklus II juga meningkat menjadi 79,1 % atau 34 siswa dinyatakan tuntas dan 20,9 % atau 9 siswa dinyatakan belum tuntas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan metode pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 34 siswa atau 79,1 %.

Kata kunci : Metode pembelajaran tutor sebaya meningkatkan hasil belajar siswa.


DAFTAR PUSTAKA


Abdurrahman. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Penelitian Tindakan. Yogyakarta: Aditya Media.
Darsono, Max dkk. 2000. Pelajar dan Pembelajaran. Semarang : IKIP Semarang Pers.
Djamarah, Syaiful Bahri dkk. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Sinar Grafik.
Kusuma, Arie Yuliska. 2011. Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Dengan model Pembelajaran Jigsaw Dan Tutor Sebaya Ditinjau Dari Hasil Belajar Pada Pokok Bahasan Persegi Dan Persegi Panjang ( Pada siswa Kelas VII SMP Al- Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2010/2011).UMS.
Mudjiono, Dimyati. 2006. Belajar Dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Priyogo, Adi. 2011. Penerapan Strategi Pembelajaran Active Learning Dengan Pendekatan Tutor Sebaya Berdasarkan Hasil UASBN Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika siswa ( PTK Pembelajaran Matematika Dikelas VI SDN Banaran 02 Grogol Sukoharjo). Skripsi thesisi. UMS
Silberman, Mel. 2009. Active Learning. Yogyakarta: Pustaka Insani Madani.
Slameto. 2003. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: CV. Alfabeta.
Uno, Hamzah,B. 2007. Model Pembelajaran ( Menciptakan Proses Belajar- Mengajar Yang Kreatif Dan Efektif ). Jakarta: Bumi Aksara.




Untuk mendapatkan file lengkap silahkan hubungi/ sms ke 

 HP. 089 649 540 116

KODE PTK SMA 107 = Pd 842 : Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dalam Menyelesaikan Soal-soal Jurnal Penyesuaian Melalui Implementasi Pembelajaran Kooperatif Dengan Tutor Sebaya Pada Siswa Kelas X Akuntansi Sekolah Menengah Kejuruan XXX Tahun Ajaran 2011/2012

KODE PTK SMA 107 = Pd 842 : Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dalam Menyelesaikan Soal-soal Jurnal Penyesuaian Melalui Implementasi Pembelajaran Kooperatif Dengan Tutor Sebaya Pada Siswa Kelas X Akuntansi Sekolah Menengah Kejuruan XXX Tahun Ajaran 2011/2012

ABSTRAK


Dalam melakukan proses pembelajaran guru dapat memilih dan menggunakan beberapa metode mengajar. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan materi jurnal penyesuaian, 2) Untuk mengetahui pemahaman siswa tentang materi jurnal penyesuaian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindak kelas. Upaya pemecahan asalah dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan langkah – langkah sebagai berikut : (1) Perencanaan tindakan, (2) Pelaksanaan tindakan, (3) Pengamatan dan (4) Refleksi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan dokumentasi. Analisis data dari penelitian ini dengan cara deskripsi kualitatif yaitu dengan cara menganalisis data perkembangan siswa dari siklus I sampai siklus II. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa pokok bahasan jurnal penyesuaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum tindakan didapat hasil belajar siswa yang dinyatakan tuntas sebesar 27,9 % atau 12 siswa dan yang dinyatakan belum tuntas sebesar 72,1 % atau 31 siswa, pada siklus I meningkat yang dinyatakan tuntas sebesar 51,2 % atau 22 siswa dan 48,8 % attar 21 siswa dinyatakan belum tuntas, dan pada siklus II juga meningkat menjadi 79,1 % atau 34 siswa dinyatakan tuntas dan 20,9 % atau 9 siswa dinyatakan belum tuntas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan metode pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 34 siswa atau 79,1 %.

Kata kunci : Metode pembelajaran tutor sebaya meningkatkan hasil belajar siswa.


DAFTAR PUSTAKA


Abdurrahman. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Penelitian Tindakan. Yogyakarta: Aditya Media.
Darsono, Max dkk. 2000. Pelajar dan Pembelajaran. Semarang : IKIP Semarang Pers.
Djamarah, Syaiful Bahri dkk. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Sinar Grafik.
Kusuma, Arie Yuliska. 2011. Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Dengan model Pembelajaran Jigsaw Dan Tutor Sebaya Ditinjau Dari Hasil Belajar Pada Pokok Bahasan Persegi Dan Persegi Panjang ( Pada siswa Kelas VII SMP Al- Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2010/2011).UMS.
Mudjiono, Dimyati. 2006. Belajar Dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Priyogo, Adi. 2011. Penerapan Strategi Pembelajaran Active Learning Dengan Pendekatan Tutor Sebaya Berdasarkan Hasil UASBN Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika siswa ( PTK Pembelajaran Matematika Dikelas VI SDN Banaran 02 Grogol Sukoharjo). Skripsi thesisi. UMS
Silberman, Mel. 2009. Active Learning. Yogyakarta: Pustaka Insani Madani.
Slameto. 2003. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: CV. Alfabeta.
Uno, Hamzah,B. 2007. Model Pembelajaran ( Menciptakan Proses Belajar- Mengajar Yang Kreatif Dan Efektif ). Jakarta: Bumi Aksara.




Untuk mendapatkan file lengkap silahkan hubungi/ sms ke 

 HP. 089 679 540 116

Minggu, 03 April 2016

KODE PTK SMA 105 = Pd 800 : Peningkatan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Metode Inclusion (PTK Pada Siswa Kelas XI IPA SMA XXX)

KODE PTK SMA 105 = Pd 800 : Peningkatan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Metode Inclusion (PTK Pada Siswa Kelas XI IPA SMA XXX)






ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan : 1). meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran matematika melalui metode inclusion, 2). meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika melalui metode inclusion. Jenis  penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif. Subyek penerima tindakan adalah siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri XXX tahun ajaran 2008/2009 yang berjumlah 40 siswa. Subyek pemberi tindakan adalah guru matematika kelas XI IPA 2 SMA Negeri XXX. Subyek yang membantu dalam penelitian adalah kepala sekolah SMA Negeri XXX, dan peneliti. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilaksanakan secara deskriptif kualitatif dengan metode alur. Hasil penelitian ini yaitu : 1). adanya peningkatan keaktifan siswa pada pembelajaran matematika meliputi: a) kemampuan siswa mengerjakan soal ke depan kelas sebelum tindakan sebesar 10,52% dan sesudah tindakan menjadi 37,5%. b) kemampuan siswa memberikan tanggapan sebelum adanya tindakan sebesar 18,42% dan sesudah tindakan mencapai 45%. c) kemampuan siswa dalam mengajukan ide sebelum tindakan sebesar 13,15% dan sesudah tindakan mencapai 32,5%. d) kemampuan siswa dalam membuat kesimpulan materi sebelum tindakan sebesar 21,05% dan sesudah tindakan mencapai 60%. e) kemampuan siswa dalam kerjasama kelompok sebelum tindakan sebesar 34,21 % dan sesudah tindakan mencapai 50%. 2). adanya peningkatan prestasi belajar siswa yang dinilai dari : a) kemampuan siswa mengkonstruksikan soal cerita dari 35% menjadi 62,5%. b) ketepatan penggunaan rumus dari 45% menjadi 77,5%. c) kebenaran dalam proses menghitung dari 50% menjadi 80%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan metode inclusion dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan keaktifan siswa.
Kata kunci : keaktifan, pembelajaran, matematika, inclusion
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Sinar Grafika Offset.
_________________. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Kurniawati, Arie. 2006. Upaya Peningkatan Keaktifan Siswa Pada Pokok Bahasan Bangun Segi-4 Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT. Surakarta: Skripsi FKIP UMS (tidak diterbitkan). 
Mariana, Made Alit. 2003. Pembelajaran Remidial. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
Moeleng, Lexy J. 2000. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya
Muslimah, Nana. 2006. Upaya Peningkatan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pola Latihan Interaktif. Surakarta: Skripsi FKIP UMS ( tidak diterbitkan).
Purwanti, Tika Agustina. 2007. Upaya Peningkatan Aktivitas Berpikir Kritis Melalui Pengorganisasian Tugas Terstruktur dan Kuis. Surakarta: Skripsi FKIP UMS (tidak diterbitkan).
Purwoto. 2000. Strategi Pembelajaran Matematika. Surakarta: UNS Press.
Suharta, I Gusti Putu. 2002. Penerapan Pembelajaran Matematika Realistik Untuk Mengembangkan Pengertian Siswa. Jakarta: Jurnal Matematika
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2005. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wiriatmaja, Rochiati. 2006. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya.


 Untuk Mendapatkan file lengkap silahkan hubungi/ sms ke  
HP. 089 679 540 116

Sabtu, 02 April 2016

KODE PTK SMA 104 = Pd 779 : Upaya meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Berbalik (Reciprocal Teaching) (PTK Pada Siswa Kelas X MAN XXX Tahun Ajaran 2007/2008)

KODE PTK SMA 104 = Pd 779 : Upaya meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Berbalik (Reciprocal Teaching) (PTK Pada Siswa Kelas X MAN XXX Tahun Ajaran 2007/2008)


ABSTRAK



            Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam  pembelajaran matematika pokok bahasan trigonometri mencapai daya serap 60%. Subjek penerima tindakan adalah siswa kelas X-3 MAN XXX yang berjumlah 36 siswa, dan sebagai subjek pelaksana atau pemberi tindakan adalah peneliti sedang guru matematika dan kepala sekolah sebagai subjek pembantu dalam perencanaan dan pengumpulan data penelitian. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, catatan lapangan, dokumentasi, dan tes tertulis. Sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Analisis dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi, pemaparan dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran berbalik (Reciprocal Teaching) pada pokok bahasan trigonometri dapat mencapai daya serap 60%. Hal ini dapat dilihat dari : a) Kemampuan siswa dalam menjelaskan materi kepada siswa lain pada awal putaran 40,6% dan di akhir putaran mencapai 80%, b) Kemampuan siswa dalam mengerjakan latihan soal mandiri pada awal putaran 6,25% dan di akhir putaran mencapai 80%, c) Keaktivan siswa dalam bertanya dan mengeluarkan ide/ gagasan pada awal putaran 25% dan di akhir putaran mencapai 82,8%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran berbalik (Reciprocal Teaching) dapat meningkatkan hasil belajar siswa mencapai daya serap 60%.
Kata Kunci : hasil belajar, pembelajaran berbalik.


DAFTAR PUSTAKA





Abdurrahman, Mulyono. 2003,  Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, Jakarta : Rineka Cipta
Amalia, Dwina Rani. 2006. “Pengaruh Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Model Reciprocal Teaching Terhadap Kemampuan  Berpikir Kreatif Matematika Siswa SMP (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas VIII SMP Negeri 12 Bandung)”. Skripsi. UPI.http://72.14.235.104/search?q=cache:gVDKaghD7UgJ:digilib.upi.edu/pasca/ etd-1123106-110409 (Diakses 4 maret 2008)
Hendriana, Heris. 2006. “Meningkatkan Kemampuan Pengajuan Dan Pemecahan Masalah Matematika Dengan Pembelajaran Berbalik : Studi eksperimen pada siswa kelas I SMU Negeri 23 Kota Bandung”.  Tesis. UPI.http://digilib.upi.edu/ETDdb/Ebrowse/browse?first_letter=H;browse_by=last_name (Diakses 4 maret 2008)
Herawati, Cucu. 2006. “Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Reciprocal Teaching Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP (Suatu Penelitian Terhadap Siswa Kelas VIII SMP Negeri 45 Bandung)”. Skripsi. UPI. http://digilib.upi.edu/ETDdb/Ebrowse/browse?first_letter=H;browse_by=last_name  (Diakses 4 maret 2008)
Ibrahim, Muslimin. 2007. “Reciprocal Teaching Sebagai Strategi”    http://www.ncrel.org/sdrs/areas/issues/students/atrisk/at6lk38.htm
(Diakses 4 maret 2008)
Liswati, Elly. 2004. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Berbalik (Reciprocal Teaching) pada siswa kelas V SD Negeri 3 Gedong Kecamatan Patean Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2004 / 2005. Skripsi. UMS (tidak diterbitkan)
Martono, Koko, dkk. 2007, Matematika dan kecakapan hidup untuk SMA kelas X jilid 10 B, Jakarta : Ganeca Exact
Noormandiri dan Sucipto. 2004. Buku Pelajaran Matematika Untuk SMU Jilid 1 Kelas 1   Caturwulan 1, 2, 3 : Erlangga: Jakarta
Purnami, Dina. 2005. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Modul Pada Pokok Bahasan Barisan Dan Deret. Skripsi. UMS (tidak diterbitkan)
Rahman, Abdul. 2005. “Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Dan Kemampuan Generalisasi Matematik Siswa SMA Melaui Pembelajaran Berbalik ”. Tesis. UPI.http://pages-yourfavorite.com/ppsupi/abstrakmat2005
                   (Diakses 4 maret 2008)
Slameto. 2003, Belajar dan fakto-faktor yang mempengaruhinya, Jakarta : Rineka Cipta
Salam, Burhanuddin. 2004, Cara belajar yang sukses diperguruan tinggi, Jakarta : Rineka Cipta
Suyitno, Amin. 2004. ” Dasar – dasar dan proses pembelajaran matematika ”, Semarang : UNES.



Buku-buku Referensi di atas dapat dibeli di TOKO BUKU RAHMA (KLIK)

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan hubungi/ sms ke HP. 089 679 540 116

Senin, 21 Maret 2016

KODE PTK SMA 103 = Pd 777 : Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas XA MA xxx Dalam Belajar Sejarah Melalui Penerapan Penelitian Sejarah Secara Sederhana (Tahun Pelajaran 2008/2009)

 KODE PTK SMA 103 = Pd 777 : Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas XA MA xxx Dalam Belajar Sejarah Melalui Penerapan Penelitian Sejarah Secara Sederhana (Tahun Pelajaran 2008/2009)


ABSTRAK



Mata  pelajaran  sejarah  sangat  penting  untuk  diajarkan,  karena  dapat melatih  siswmemperoleh  kemampuan  untuk  berfikir  historis  dan  memahami sejarah.  Melalui  pengajaran  sejarah,  diharapkan  siswa  mampu  mengembangkan kompetensi  untuk  berfikir  secara  kronologis  dan  memiliki  pengetahuan  tentang masa  lampau  yang  dapat  digunakan  untuk  memahami  dan  menjelaskan  proses perkembangan  dan  perubahan  masyarakat  serta  keragaman  sosial  budaya  dalam rangka   menemuka da menumbuhkan   jat diri   bangsa   di   tengah-tengah kehidupan masyarakat dunia. Akan tetapi di dalam faktanya, minat siswa terhadap pelajaran sejarah justru sangat rendah dan lebih banyak membuat siswa menjadi bosan dan tidak aktif dalam kegiatan pembelajaran sejarah. Untuk itu dibutuhkan suatu  metode  pembelajaran  yang  mampu  meningkatkan  keaktifan  siswa  dalam belajar  sejarah.  Metode  pembelajaran  yang  digunakan  adalah  melalui  penerapan penelitian sejarah secara sederhana.
Masalah  pokok  yang  dikaji  dalam  penelitian  ini  adalah  bagaimana meningkatkakeaktifan  siswa  kelas  X-A  MA  XXX  dalam belaja sejara melalui   penerapa penelitia sejara secara   sederhana  tahun pelajaran  2008/2009  ?.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  peningkatan keaktifan siswa dalam belajar sejarah melalui penerapan penelitian sejarah secara sederhana  pada  siswa  kelas  X-A  MA  XXX  tahun  pelajaran 2008/2009.
Penelitian  ini  menggunakan  penelitian  tindakan  kelas  yang  berlangsung dalam    siklus,   setiap   siklus   terdiri   dar  tahapa yaitu    perencanaan, pelaksanaan  tindakan,  pengamatan  dan  refleksi.  Subjek  penelitian  ini  adalah siswa kelas X A MA XXX Patemon yang berjumlah 40 siswa. Data yang dihimpun berupa data pengamatan aktifitas siswa dan wawancara guru dan siswa. Hasil  pra  siklus  pada  penelitian  ini  menunjukkan  keaktifan  siswa  yang
masih  rendah,  yaitu  masih  terlihat  adanya  25  %  siswa  yang  keaktivan  dalam
belajarnya masih sangat rendah, dan hanya 7,5 % siswa yang keaktivan belajarnya tinggi. Kemudian pada siklus I terdapat peningkatan menjadi 27,5 % siswa yang keaktivan  belajarnya  tinggi  dan  untuk  siswa  yang  keaktivan  belajarnya  rendah turun  menjadi  12,5 % dan  pada siklus 2,  keaktivan  belajar  sejarah siswa sangat tinggi  menjadi  sebesar  52,5%,  untuk  keaktivan  yang  tinggi  sebesar  45  %  dan
keaktivan  belajar  sejarah  yang  cukup  hanya  2,5  %,  pada  siklus  2  ini  tidak ditemukan   siswa   yang   keaktiva belajarny rendah.   Karena   telah   terjadi peningkatan  baik  dalam  kegiatan  pembelajaran  seperti  yang  diharapkan  maka penelitian dihentikan setelah siklus kedua.
Adapun saran yang dapat diajukan antara lain : (1) dalam proses belajar mengajar, hendaknya guru sejarah jangan bersifat konvensional dan monoton lagi, guru sejarah sebaiknya aktif dalam mencari sumber-sumber belajar sejarah untuk materi  pengajaran  mata  pelajaran  sejarah,  (2)  guru  sejarah  sebaiknya  aktif  dan kreatif dala mencar maupun   membua medi pembelajaran   yang   dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar sejarah agar lebih menarik, tidak  membosankan  serta  dapat  memotivasi  siswa,  (3)  adanya  kerjasama  antara pihak  sekolah  dengan  pihak  instansi  pendidikan  lainnya,  yang  diharapkan  dapat memfasilitasi  dalam   mengembangkan proses pembelajaran sejarah pada khususnya  dan  IPS  pada  umumnya  dengan  cara  berusaha  menyediakan  sarana pembelajaran,   seperti   laboratoriu IPS   atau   ruang   multimedia,   pelatihan pembuatan dan penggunaan media pembelajaran, dan yang lainnya.

 Untuk Mendapatkan file lengkap  silahkan hubungi/ sms ke HP. 089 679 540 116